oleh

Nakhoda PPP Sulsel Dipilih 7 Formatur

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Yadi-Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Musyawarah Wilayah (Muswil) PPP Sulsel akan menjadi pertarungan Imam Fauzan Amir Uskara melawan petahana Muh Aras.

Imam Fauzan saat ini duduk sebagai Ketua Fraksi PPP di DPRD Sulsel. Sedang Muh Aras yang baru satu periode memimpin PPP Sulsel duduk sebagai anggota Komisi V DPR RI.

Hanya saja, Muswil PPP Sulsel yang dilaksanakan 22-23 Mei mendatang tidak lagi memilih ketua secara langsung seperti periode sebelumnya.

Berdasarkan Petunjuk Organisasi (PO) PPP yang terbaru, Muswil hanya memilih 7 orang formatur dengan rincian satu orang perwakilan DPP, satu DPW dan 5 formatur dari DPC.

Ketujuh formatur inilah yang akan bermusyarawarah mufakat menunjuk siapa kader yang paling tepat memimpin partai berlambang Kakbah tersebut.

Hal terwsebut diungkapkan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP, Amir Uskara. Anggota DPR RI itu berharap agar Muswil berjalan lancar tanpa ada riak-riak.

“Saya tidak mau ada yang saling menyerang. Dinamika di Muswil harus saling mendukung. Bukan saling menjatuhkan, apalagi jika ada perpecahan usai Muswil,” kata Amir.

“Muswil kali ini tidak ada yang memilih ketua. Ini untuk mengurangi dinamika cukup tinggi yang terjadi. Ketuanya nanti akan dipilih oleh formatur, yang juga akan dipilih oleh para pemilik suara,” sambungnya.

Amir Uskara juga mengisyaratkan bahwa ketua terpilih telah disepakati sebelum Muswil dilaksanakan. Dimana DPP memiliki kekuatan lebih besar untuk menentukan siapa Ketua DPW PPP Sulsel berikutnya.

“Bahwa Muswil ini kita selesaikan di DPP semua. Jadi kalau misalnya, ada yang tidak sesuai dengan harapan DPP, ya kita konsolidasikan dulu. Jadi memang kita menjaga dari DPP ke bawah satu garis. Artinya kita selesaikan di sana, bicarakan, lalu kita gelar Muswil,” kata Amir.

Dirinya menuturkan agenda Muswil mendatang pada intinya ialah proses konsolidasi maksimal. Meski Demikian, Amir menekankan bahwa proses evaluasi DPW dalam Muswil ini menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Tak akan ada yang tersingkir dari kepengurusan yang akan datang.

“Kita akan mengevaluasi seluruh DPW. Bagaimana dan kita carikan solusi, kira-kira diapakan dan seterusnya. Yang pasti tidak ada yang terbuang, jadi kita istilahnya mengakomodir kekuatan dan kelebihan seluruh kader. Jadi kita sama-sama bergerak untuk Pemilu 2024,” ujarnya.

Hal ini kata dia, untuk menghindari perpecahan PPP di Sulsel. Sehingga tidak ada voting atau pemilihan langsung. “Dinamika di Muswil ialah saling mendukung, mengangkat bukan saling menjatuhkan. Kita tidak ingin dinamika nantinya arahnya malah merugikan partai,” bebernya.

Amir menyebutkan, perwakilan formatur dari DPP sudah ada. Namun belum bisa menyebutkan lantaran nama tersebut harus dijaga agar tidak bocor ke publik atau peserta Muswil.

“Saya pastikan bukan saya yang menjadi formatur dari DPP. Karena kita tidak bisa jadi formatur di daerah pemilihan sendiri. Tapi yang jelas, formatur dari DPP itu harus jabatan Waketum, Sekjen atau Bendum,” tuturnya.

Sebagai pengurus DPP, Amir menyebutkan sejauh ini sudah ada delapan daerah yang sukses menggelar Muswil. Kesemuanya berjalan lancar tanpa ada perpecahan, serta saling mendukung satu sama lain.

Sementara itu, M Aras mengatakan, seluruh kader PPP di Sulsel wajib menyukseskan Muswil ini. “Menjadi kesepakatan DPP, bahwa Muswil ini akan kami jadikan konsolidasi maksimal. Karena seluruh struktur dan jaringan di seluruh daerah,” sebutnya.

Anggota DPR RI ini menjelaskan, dirinya sempat mendapat dukungan untuk kembali memimpin DPW PPP Sulsel dari seluruh DPC pada saat jelang Muktamar IX di Makassar beberapa waktu lalu. Para DPC sebut Aras, memintanya untuk tidak mendapat posisi di kepengurusan DPP.

“Saya diminta semua DPC dan mereka satu-satu komentar, jangan sampai saya masuk ke DPP. Tapi itu komitmen lisan. Saya sampaikan, bahwa itu tergantung DPP. Karena saya ini sebagai kader, siap bekerja untuk partai,” ucap Aras.
Namun demikian, Aras mengaku siap saja jika mendapat mandat langsung dari DPP. “Apa pun yang jadi penugasan partai, ya siap-siap saja,” tutupnya. (*)