oleh

Kejati Sulbar Kembali Tangkap Terpidana Korupsi Rp41 Miliar

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Sudirman-Sulbar-

MAMUJU, BACAPESAN.COM – Lagi, Tim tabur Kejaksaan tinggi Sulbar kembali ciduk seorang DPO terpidana Abidin Bin Senang hati pada kasus Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Pasangkayu senilai Rp41 milyar.

Penangkapan terpidana tersebut di dusun Nunu sarudu, kecamatan sarudu kabupaten Pasangkayu, Senin (03/05/2021).

Usai ditangkap tim tabur, terpidana langsung digelandang ke kantor Kejaksaan Tinggi Sulbar.

Menurut kasi penerangan hukum Kejati Sulbar Amiruddin mengatakan penangkapan terpidana berdasarkan dari Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat Johny Manurung Nomor: 86/P.6/Dip.4/02/2021 tanggal 22 Februari 2021 tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat untuk melakukan penangkapan DPO terpidana Abidin bin senang hati yang telah buron 11 tahun

“Hari Senin tanggal 3 Mei 2021 sekira pukul 14.30 Wita, tim Tabur yang dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen Irvan Samosir,bersama Tim Tabur Kejati Sulbar yakni AMIRUDDIN, SH. (Kasi Penkum) dan Mustar,(Kasi C) dengan dibantu Tim Intelijen Kejari Pasangkayu yaitu Kajari Pasangkayu dan Kasi Intel berangkat ke desa Sarudu,” terangnya

Tepat pukul 20.50 Wita, tim berhasil mengamankan terpidana di dalam rumahnya tanpa melakukan perlawanan, sehingga terpidana berhasil di bawa oleh tim Tabur Kejati Sulbar untuk dibawa ke Kejaksaan Negeri Mamuju.

Bahwa buronan terpidana Abidin bin Senang hati yang telah lama dicari dan diburu oleh Tim Tabur Kejati Sulbar yaitu sejak bulan Maret 2020.

Namun terpidana selalu berhasil meloloskan diri, mulai dari Kabupaten Pasangkayu, Kota Palu, terpidana selalu melarikan diri saat Tim Tabur Kejati Sulbar menggerebek di rumahnya pada hari Selasa tanggal 27 April 2021.

Namun hari ini tim Tabur sukses membekuk terpidana di desa Sarudu kecamatan Sarudu kabupaten Pasangkayu.

Abidin bin Senang Hati adalah merupakan Terpidana kasus korupsi Dana Kredit Modal Kerja (KMK) pada Bank BPD Sulselbar Cabang Sulselbar Pasangkayu yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 41.000.000.000,- (empat puluh satu milyar rupiah) yang berdasarkan Putusan MA No. 1634.K/Pidsus/2010 Tanggl 16 Desember 2010 dijatuhi hukuman penjara selama 4 (empat) tahun, Denda Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) subsidiair 3 (tiga) bulan penjara dan Uang Pengganti Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), subsidiair 3 (tiga) bulan penjara) karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)