oleh

Dua Tahun Usaha Pariwisata Tak Ada Pemasukan

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Industri Pariwisata Sulawesi Selatan diujung tanduk. Pasalnya genap dua tahun berbagai usaha di bidang pariwisata tak ada pemasukan.

Jangankan menyediakan jasa perjalanan ke luar negeri, akibat covid 19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020, mobilitas masyarakat dibatasi, sekolah, kerja, dan berbagai aktifitas lainnya dialihkan ke sistem serba online.

Meski belakangan pemerintah memberikan kelonggaran untuk menumbuhkan kembali perekonomian yang sempat terjun bebas, namun hal tersebut tak berpengaruh banyak bagi industri pariwisata.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, H Ardiansyah Arsyad bahkan mengatakan pihaknya mengalami zero income akibat covid 19.

“Kami belum bisa memastikan kapan pemberangkatan umrah dibuka. Selama 2 tahun ini kita zero income, tidak ada sama sekali pemasukan di bidang pariwisata,” ungkap H Ardi yang ditemui dalam acara buka puasa bersama puluhan anak yatim di Hotel Swisbelin Makssar, Rabu (5/5).

Meski sempat melakukan uji coba pemberangkatan di bulan November tahun lalu, namun pemerintah Arab Saudi kembali melakukan penutupan disebabkan banyak jemaah dari luar negeri yang terpapar covid.

“Untuk saat ini kami hanya bersiap kalau kalau pintu pemberangkatan kembali di buka. Saat ini ada 30000 jemaah yang tertunda pemberangkatannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), Didi L Manaba membenarkan kondisi buruk yang menimpa industri pariwisata.

Dirinya mengungkapkan, jika industri pariwisata tidak bergerak, maka 2 tahun kedepan 70 persen pengusaha pariwisata akan memilih banting stir.

“Selama pandemi, industri pariwisata mengalami penurunan hampir 100 persen, upaya kami saat ini adalah saling merangkul sembari mencari potensi pariwisata yang mungkin bisa di gali,” pungkas Didi

Tak berbeda jauh dengan AMPHURI dan ASITA, Owner Travel Umrah dan Haji Prima Unggul Aulia mengaku harus mengistirahatkan beberapa orang karyawan untuk menghindari penyebaran covid 19, juga untuk menstabilkan keuangan perusahaan. (*)