oleh

Ketua PMT Papua Tegaskan Dua Korban Penembakan Papua Bukan Mata-mata TNI Polri

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Cherly-Toraja Utara-

TORAJA UTARA, BACAPESAN.COM – Dua korban penembakan kelompok separatis di Papua yang sempat dituding sebagai mata-mata TNI Polri, dibantah keras oleh ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Mandala Trikora (PMT) Papua, Ali Kabiay.

Menurut ketua DPW PMT Papua, Ali Kabiay didampingi kedua istri korban penembakan kelompok separatis Papua, istri alm. Yonathan Renden dan istri alm. Oktovianus Rayo kepada media, Selasa 4 Mei 2021 di Rantepao Toraja Utara (Torut).

Dijelaskan bahwa terkait adanya isu bahwa kedua guru putra terbaik Toraja yang ditembak kelompok saparatis Papua di Beoga, kabupaten Puncak Papua adalah mata-mata TNI Polri itu hoax. “Itu masuk kategori pencemaran nama baik karena tidak memiliki data yang akurat. Pasalnya keduanya merupakan tenaga guru yang sudah mengabdi selama 11 tahun di sana,” katanya.

Ditambahkan Ali bahwa dirinya datang secara khusus ke Toraja untuk meluruskan bahkan mengadukan ke Polres Torut terkait adanya pencemaran nama baik terhadap kedua korban yang tewas ditembakan di Beoga. Diakui juga bahwa pihaknya juga telah melaporkan di Papua ke pihak yang berwajib terkait pencemaran nama baik. (*)