oleh

Reses, Rangga Kembali Sapa Konstituen di Takalar dan Gowa

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Yadi-Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM- Masa Reses Persidangan Ketiga Tahun 2020/2021 (Masa Reses Kedua Tahun Anggaran 2021) Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan tanggal 5 – 12 Mei 2021.

Fahruddin Rangga salah anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Golkar mengawali pelaksanaan reses di Daereh Pemilihannya Desa Laguruda Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar, Kamis (6/5/2021).

“Jadwal reses ini bertepatan bulan suci ramadan 1442 H namun dalam pelaksanaannya tetap mengikuti protap masa pandemi covid -19 dengan menjalankan protokol kesehatan,” jelas Rangga.

Pimpinan Banggar ini mengatakan, sebagaimana jadwal yang sudah dibuat Tenaga Pendamping (TP) titik pertama hari ini dilaksanakan di Desa Laguruda Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar dan selanjutnya Kelurahan Sombala Bella Kecamatan Pattalassang titik kedua (8/5/2021).

“Desa Cakura Kecamatan Polombangkeng Selatan titik ketiga (9/5/2021) dan Kelurahan Malewang Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar merupakan titik keempat (10/5/2021), dan yang merupakan titik terakhir/kelima (11/5/2021) sekaligus penutup masa reses di Desa Manjalling Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa,” jelasnya.

Rangga begitu sapaan akrabnya lebih jauh menjelaskan bahwa pelaksanaan reses kali ini masih tetap mengikuti standar protokol kesehatan sebagai protap masa pandemi covid 19.

“Dan standar protokol kesehatan ini tetap mewajibkan setiap peserta atau undangan menggunakan masker, menyiapkan hand sanitizer dan mengatur jarak tempat duduk minimal 1 meter,” tuturnya.

Perlu dipahami secara bersama bahwa Reses ini merupakan wadah untuk mendengar masukan dan aspirasi masyarakat yang memberi amanah dan tanggungjawab kepada kami selaku wakil rakyat di DPRD Sulsel sehingga sangat penting untuk ikut hadir dalam pelaksanaannya.

“Karena informasi, pandangan dan harapan yang tersalurkan dari masyarakat dapat terwadahi melalui reses ini, karena inilah tempat dan kesempatan untuk disampaikan. Salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam reses ini,” terang Rangga.

Pada kesempatan ini, warga menyampaikan harapannya terkait kebutuhan petani diantaranya pupuk dan bibit disalurkan tepat waktu saat mulai musim tanam, dan mengalami kesulitan air disaat musim kemarau dan terjadi genangan dipersawahan saat musim hujan diakibatkan kurang berfungsinya saluran irigasi yang ada.

Dalam menyikapi harapan masyarakat Rangga menjawab satu persatu bahwa semua yang disampaikan akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD 2022 pada minggu pertama November tahun ini.

Lebih jauh Rangga mengatakan semua yang berkembang di dalam dialog reses ini masih sangat dominan kebutuhan dan usulan masyarakat seperti sarana dan prasarana pertanian baik berupa alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, bibit unggul dan jalan tani serta kebutuhan pertanian lainnya.

Masyarakat juga mengharapkan pemerintah provinsi sulawesi selatan dapat memberi perhatian terhadap infrastruktur desa diantaranya saluran irigasi, jalan desa, drainase desa dan jalan setapak.

Diakhir reses peserta kembali mengingatkan dan sangat berharap percepatan penyaluran bantuan pupuk dan bibit agar dapat digunakan tepat waktu penanaman karena yang terjadi selama ini saat masa tanam justru kelangkaan pupuk terjadi.

“Tentu aspirasi yang masyarakat sampaikan hari ini akan kami jadikan salah satu usulan kegiatan prioritas yang akan diperjuangkan dalam pembahasaan APBD pokok 2022,” kuncinya. (*)