oleh

Harga Gabah Anjlok, DPRD Pinrang Gelar RDP Bersama Pemerintah dan Bulog

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Amran-Pinrang-

PINRANG, BACAPESAN.COM – Akibat anjloknya harga Gabah dan pembayaran pengusaha ke Petani,hal tersebut meresahkan Masyarakat Kabupaten Pinrang akhir akhir ini. Pasalnya, lebih dari 70 persen penduduk Pinrang berprofesi sebagai petani.

Hal itu ditanggapi DPRD Kabupaten Pinrang dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang pihak-pihak terkait, dengan agenda, membahas mengenai proses penjualan/penyerapan beras oleh bulog yang terkendala dengan tidak adanya space atau gudang penuh dan berdampak pada harga gabah yang anjlok.

Dihadiri Bupati Pinrang, A.Irwan Hamid, S.Sos, Rdp dipimping langsung Ketua DPRD Pinrang, H.Muhtadin, dihadiri Anggota Komisi II DPRD Pinrang, yang juga Ketua Perpadi Provinsi Sulawesi Selatan dan Bendahara Perpadi pusat, A.Pallawagau Kerrang, SE. Turut dihadiri, Kadis Pertanian, A.Tjalo Kerrang, SE, Kadis Ketahanan Pangan, Drs.Abdu, M.Si, Asisten Ekonomi Setda Pinrang, Drs.Abd.Rahman, M.Si, Kasubdipre Bulog Pare-Pare, Arsul Tallamma, Pincapem Bulog Pinrang, Zainal Mulya Rahman, Anggota Perpadi Pinrang, Ir.Wahyu Kamaruddin dan Rusman Jawada.

Kadis Pertanian A.Tjalo Kerrang menuturkan, kondisi panen padi di Kabupaten Pinrang hingga saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan harga gabah pada bulan Mei ini mengalami penurunan dari sekitar Rp4500 per kg pada bulan April menjadi Rp4200 pada bulan Mei ini.

“Anjloknya harga gabah ini, disebabkan karena rendahnya penyerapan beras oleh bulog dan menumpuknya gabah di gudang-gudang pengusaha penggilingan padi,” kata Kadis.

Sementara itu A.Pallawagau Kerrang, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pinrang yang juga Ketua Perpadi Provinsi Sulsel, mengharapkan supaya Bulog memprioritaskan dulu beras dari Pinrang untuk diserap dengan memanfaatkan sisa gudang yang ada.

“Kalau memang ada gudang yang bisa dibenahi dan bulog kekurangan anggaran, saya kira Perpadi bisa bantu benahi, yang terpenting bagaimana beras dari Pinrang ini bisa terserap secepatnya untuk kembali menormalkan harga gabah,” ungkap legislator PKB tersebut.

Sementara, Bupati Pinrang, A.Irwan Hamid mengharapkan supaya masalah ini segera dicarikan jalan keluar, karena imbasnya akan dirasakan oleh para petani.

“Saya sangat mengharapkan supaya masalah ini segera dicarikan jalan keluar secepatnya, saya kira Perpadi perlu melakukan komunikasi yang intens mengenai masalah ini supaya masalah ini bisa diselesaikan sebelum lebaran, karena di bulan puasa menjelang lebaran ini masyarakat sangat membutuhkan dana”, harap Bupati Pinrang yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Pinrang tersebut.

Sebelum menutup jalannya rapat, Ketua DPRD Pinrang, Muhtadin menyampaikan bahwa hasil rapat pada hari ini akan menjadi rekomendasi untuk Bulog Kadipre Parepare yang akan diteruskan ke atasannya, bagaimana supaya permasalahan ini bisa segera dicarikan jalan keluar. (*)