oleh

Ini Imbauan Bupati Tator Tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Cherly-Tana Toraja-

TANA TORAJA, BACAPESAN.COM – Menindaklanjuti instruksi menteri dalam negeri, surat edaran satgas covid-19, dan surat edaran menteri perhubungan RI terkait larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021, bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengeluarkan surat edaran nomor 127/V/2021 Setda tertanggal 5 Mei 2021 tentang pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran covid-19 pada masa liburan Idul Fitri 1442 H tahun 2021.

Dimana dalam surat edaran tersebut ada beberapa larangan, seperti terhitung 6 -17 Mei 2021 dilarang melaksanakan kegiatan rambu solo maupun rambu tuka’ yang berpotensi menimbulkan keramaian untuk sementra tidak dibolehkan.

“Namun untuk pelaksanaan akad nikah di KUA maupun di Gereja hanya dibolehkan dihadiri maksimal 20 orang,” ujarnya.

Dijelaskan pula dalam surat edaran bahwa untuk objek wisata dilakukan pembatasan jam buka yakni mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA dengan pembatasan hanya 70 orang pengunjung /jam dengan dilakukan penganturan masuk dan harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Disamping itu untuk lurah dan camat juga diminta untuk kembali mengaktifkan kembali posko perbatasan dalam rangka pemeriksaan setiap orang yang masuk/keluar wilayah Tator dengan berkoordinasi BPBD dan mendata setiap orang yang datang dari luar Tator dengan melibatkan TNI/Polri. (*)