oleh

Kelompok Pemuda Bahas Kompleks Kebangsaan di Papua

Editor : Armansyah-Berita, Institusi, Komunitas, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Mendorong Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua dan Papua Barat itulah judul tema yang digagas Lembaga Kajian Politik Serum institue di Ruang Tanjung Bira RM Torani Makassar.

Dalam gagasan dialog yang juga dihadiri perwakilan mahasiswa papua dan papua barat mengemuka sejumlah permasalahan yang timbul terkait dengan kondisi pasca otsus di papua.

Bahkan sejauh ini Kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat papua dalam otsus pemerintah dapat dirasakan betul oleh rakyat papua di era Jokowi.

Pengamat Pertahanan, Arqam Azikin yang menyentil akan pentingnya sinergitas antara warga Papua dan pemerintah amatlah sangat dibutuhkan. Tokoh pemuda dan paham nasionalisme dan Cinta tanah air amatlah sangat dibutuhkan dalam merangkul masyarakat papua.

“Akhir-akhir ini konflik semacam ini amatlah sangat kompleks. Beberapa waktu lalu ada insiden pengibaran bendera bintang Kejora di kedubes RI di Melbourne yang notabene dikibarkan bukan orang Papua asli, diindikasikan “pesanan atau titipan” oleh kepentingan luar negeri,” ungkap Arqam, Minggu (9/5).

Hal ini tidak lepas dari sumber kekayaan alam Papua, Secara strategi perang, untuk mencaplok suatu negara, maka kuncinya kuasai wilayah strategis salah satunya adalah Papua.

“Sejatinya konflik di sana sudah tidak dapat dibendung lagi negara tidak boleh kalah dengan kelompok tersebut. Perlu diketahui, banyaknya aksi kejahatan sekarang dilakukan tanpa pandang bulu. Malah yang menjadi obyek sasaran termasuk orang asli Papua,” jelasnya.

Lanjut dalam pembahasan Dari sudut pandang warga Marauke, EvertCambo membeberkan akan persoalan yang sering terjadi di Papua akan besarnya dana otsus dinilai tidak tepat sasaran.

“Papua yang cinta NKRI masih banyak. Semoga kedepan situasi kamtibmas dapat terjaga,” singkatnya.

Terpisah, Kanit III, Subdit Politik Intelkam Polda Sulsel, AKP Andi Alamsyah membeberkan akan dialog yang dilakukan tersebut adalah dengan melakukan pemahaman dan arahan akan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

“Papua adalah bagian dari kita maka mental serta mental ideologi merah putih harus ditanamkan sejak dini,” bebernya. (*)