oleh

PMTI Perjuangkan Keamanan Bagi Tenaga Pendidik di Papua

Any Ramadhani and Cherly-Toraja Utara-

TORAJA, BACAPESAN.COM – Terjadinya pembunuhan dua tenaga guru yang mengabdikan diri di Papua menuai kecam dari berbagai pihak, seperti Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI).

Sekretaris Jendral PMTI, David Pajung mengatakan, sebagai wujud kepedulian akan nasib tenaga pendidik yang mengabdikan diri di Papua yang terancaman keselamatan mereka, sejumlah pengurus PMTI pusat telah datangi gedung Binagraha di kompleks istana kepresidenan menyampaikan aspirasi.

Dijelaskan David bahwa dengan adanya 2 orang guru asal Toraja yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan jiwa raganya untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia di pelosok Papua namun dibantai oleh KKB secara keji dan hal ini akan menimbulkan dampak  bagi psikologi dan traumatik kepadan rekan-rekan guru lainnya, dan menyebabkan mereka meninggalkan daerah tugas dan kembali ke Toraja maupun sebagian mengungsi ke daerah yang aman seperti Jayapura, Timika.

“Jika hal ini terjadi karena tidak ada jaminan keamanan bagi tenaga pendidik di Pelosok, maka dikhawatirkan anak-anak yang ada di pelosok Papua akan semakin terpuruk dan tertinggal dalam pendidikan karena para guru tak berani lagi melanjutkan tugas yang penuh resiko keamanan,” ketus David.

Dikatakan pula David, dalam aspirasi PMTI juga mereka meminta agar pemerintah pusat memberikan perhatian dan jaminan masa depan bagi istri dan anak-anak dari kedua guru asal Toraja korban penembakan KKB karena keduanya merupakan amatir pahlawan pendidikan yang telah mengorbankan jiwa raga untuk kemajuan di Papua.

Lanjut David, pengurus PMTI juga meminta Kementerian Pendidikan dapat mengambil langkah strategis dan komprehensif terkait keberadaan para guru di daerah rawan seperti di kabupaten Puncak Papua agar mereka aman dan bisa melaksanakan tugas mencerdaskan anak anak Papua tanpa khawatir keselamatan mereka dan bagaimana jaminan hidup keluarga mereka. Bahkan PMTI juga berjuang untuk masyarakat Toraja yang melaksanakan misi kemanusiaan di Papua.

“Saat ini kami tengah mengumpulkan data keluarga dan warga Toraja yang tengah menunaikan pengabdian di pelosok Papua agar bisa mendapat jaminan keamanan dan keselamatan dalam tugas,” pungkas David. (*)