oleh

Money Politic Musda Golkar Palopo Vulgar

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Yadi-Headline, Politik-

PALOPO, BACAPESAN.COM – Aroma politik uang mencuat jelang Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Palopo.

Pimpinan Kecamatan (Pincam) Partai Golkar Telluwanua, Masli secara blak-blakan mengaku diberikan uang untuk mengalihkan dukungannya dari Rahmat Masri Bandaso ke Hj Nurhaenih.

“Minggu kemarin pukul 14.00 Wita, ada dua orang datang membawa uang sekitar Rp30 juta dan surat untuk mencabut dukungan dari Rahmat Masri Bandaso ke Hj Nurhaenih,” kata Masli, tak menyebut nama pemberi uang.
Meski nilainya mencapai Rp30 juta, namun Masli mengaku menolak tawaran uang tersebut.

Plt Ketua DPD II Golkar Palopo, Abbas Hady juga membenarkan kabar mencuatnya dugaan politik uang tersebut. Menurutnya, bahwa ada oknum ASN sebagai terduga pelaku, karena itu, dirinya sebagai DPD II masih berusaha menelusuri oknum ASN yang dimaksud, guna mengetahui motivasi yang mendasarinya melakukan hal itu.

“Pertama, tentu dengan cara menghindari segala bentuk praktek yang bisa mendistorsi semangat demokratis dari setiap kader. Termasuk dalam pemahaman ini adalah praktek money politics,” ujarnya, Senin (17/5/2021).

Dijelaskan, jika ini benar dilakukan oleh oknum ASN dimaksud, atas perintah dan/atau persetujuan kandidat, maka untuk ASN menjadi kewenangan lembaga pemerintah yang berwewenang mengawasi ASN (Komisi ASN dan Pejabat Pembina Kepegawaian setempat). “Sementara untuk kandidat, menjadi tanggungjawab pribadinya,” tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, segenap elemen DPD Partai Golkar Palopo, akan tetap konsisten menjaga agar dinamika partai jelang dan saat Musda, senantiasa on the track. “Setelah selesai melakukan penelusuran terhadap dugaan kasus ini, saya akan melaporkan ke Ketua DPD Partai Golkar Sulsel,” pungkasnya.

Dua kader Partai Golkar Kota Palopo yang juga menjabat sebagai Pincam, yakni Saiful Ali (Pincam Wara Selatan) dan Haryono Wardi (Pincam Wara Timur), justru menyayangkan langkah yang diambil oleh Masli lantara dianggap telah membuka aib partai ke publik.

Menurut Saiful, apa yang dilakukan kader Golkar tersebut telah menciderai marwah partai. Seharusnya kata dia, jika hal tersebut dianggap ada semestinya diselesaikan secara internal, bukan dibeberkan ke publik.

“Apa yang dilakukan kader tersebut, dengan berbicara di media terkait dengan proses Musda yang sedang berjalan adalah bentuk nyata membuka aib dan menciderai marwah partai,” kata Saiful.

Untuk itu, Saiful mendesak pimpinan partai untuk segera mengevaluasi Pincam Telluwanua dan diberikan sanksi. “Kami mendesak pimpinan partai untuk mengevaluasi Pincam itu untuk diberi sanksi kepartaian,” tegasnya.

Senada dengan itu, Pimpinan Golkar Kecamatan Wara Timur, Haryono Wardi menyebutkan, pemberitaan di media terkait proses Musda yang dibeberkan oleh Masli sangat merusak opini publik terhadap eksistensi Partai Golkar di Kota Palopo.
Isu tersebut secara politik akan merusak citra Partai Golkar, bukan hanya di momentum Musda Golkar saat ini saja, tetapi akan berefek panjang pada momentum-momentum politik kedepan, baik Pemilu Legislatif, Pilpres, Pilgub hingga Pilkada.

“Pemberitaan ini sangat merusak opini publik. Ini bukan hanya berpengaruh pada kepentingan jangka pendek tapi juga kepentingan jangka panjang partai,” kata Haryono.

Diketahui Musda Golkar Palopo periode 2021-2026 segera bergulir. Ada dua nama yang telah mendaftar sebagai kandidat Ketua Golkar Palopo, yakni Wakil Wali Kota Palopo Rahmat Masri Bandaso dan Ketua DPRD Palopo Hj Nurhaenih. Dalam Musda Golkar, Pimpinan Kecamatan (Pincam) mempunyai satu hak suara untuk memilih calon ketua. (*)