oleh

Ini Peluang Capres dari Klaster Ketum Parpol

Editor : Any Ramadhani-Politik-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Bursa kandidat Calon Presiden (Capres) 2024 menghangat belakangan ini. Sejumlah nama dari berbagai klaster kepemimpinan mulai dimunculkan. Salah satunya dari klaster ketua umum partai politik.

Ada dua nama disebut-sebut berpeluang . Yakni Ketua umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto dalam tingkatan yang berbeda. Namun menunjukkan konsistensi kemunculan dan prospek yang cukup besar dalam pilpres 2024. Terlebih keduanya adalah ketua umum partai besar. Selain itu, mereka adalah menteri yang menangani isu-isu sentral. Khusus Airlangga Hartarto yang menangani isu ekonomi rakyat dan penanganan pandemi COVID-19,” ujar Peneliti Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Bagus Balghi di Jakarta, Senin (24/5).

Airlangga, dinilai memiliki peluang cukup prospektif. Dengan kapasitasnya sebagai Menko Perekonomian, saat ini Airlangga menangani berbagai isu krusial.

Berdasarkan survei ARSC, lanjut Bagus, kriteria sosok sipil, memiliki kinerja yang terukur, serta pengalaman yang baik, memiliki potensi besar untuk dipilih publik. Posisi ketua umum partai juga menjadi penting. Karena otoritas pengambilan keputusan di tingkat partai.

Hal ini berbeda dengan figur-figur politik yang populer secara individu. Namun lemah dalam akses partai. Sebagaimana sosok Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Meski elektabilitasnya tinggi, tetapi membutuhkan proses yang panjang untuk mendapatkan tiket capres 2024.

“Diprediksi akan terjadi gesekan internal sejumlah partai terkait rivalitas menuju capres 2024. Lebih menarik lagi, jika ada beberapa partai lain yang melaksanakan konvensi sebagaimana diwacanakan oleh Partai NasDem,” terangnya.

Partai yang sejak awal solid mendorong pencalonan ketua umum, dinilai lebih fokus membangun kinerja politik di tingkat basis. Hal ini dianggap berguna. Tidak hanya untuk pilpres tapi juga untuk kepentingan Pemilu Legislatif.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman menilai situasi pandemi mempengaruhi penilaian publik terhadap pemilihan figur yang akan menjadi calon pemimpin di 2024 mendatang.

Dia menyebut kiprah Airlangga Hartarto menangani COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. “Publik tentu melihat siapa menteri yang benar-benar serius dan konsisten dalam mengatasi pandemi, serta upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujar Maman.

Menurutnya, hasil hasil survei ARSC sejalan dengan arah politik Golkar. “Pilpres masih kurang lebih tiga tahun lagi. Kuncinya adalah konsistensi kekuatan partai politik yang teruji,” terangnya.

Capres, lanjutnya, tidak dapat hanya dilihat dari elektabilitas dan popularitas. Rekam jejak dan kompetensi menyelesaikan persoalan bangsa menjadi penting di mata publik.

Survei ARSC dilakukan pada akhir April dan awal Mei 2021. Survei tersebut melibatkan 1.200 reponden dari perwakilan 34 provinsi di Indonesia. Metode survei yang dilakukan adalah multistage random sampling, dengan margin of error lebih kurang 2,9 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen. (int/*)