oleh

Pangkas 115 Anak Usaha, Keputusan Pertamina Dianggap Tepat

Editor : Any Ramadhani-Ekobis-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Keputusan PT Pertamina (Persero) untuk melakukan restrukturisasi dengan memangkas 115, dari total 127 anak usahanya dinilai tepat dan akan memudahkan langkah perusahaan dalam melakukan pengembangan bisnis strategis di masa depan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, saat dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN), Jumat (28/5).

Menurut Mamit dengan melakukan restrukturisasi anak usaha, Pertamina menjadi lebih lincah dan mudah dalam mengambil kebijakan strategis untuk pengembangan bisnis.

“Restrukturisasi yang dilakukan Pertamina diharapkan memberi dampak positif bagi kinerja perusahaan dan lebih cepat dalam mengambil keputusan. Melalui restrukturisasi ini juga membuat Pertamina lebih ramping dan fokus dalam mengembangkan bisnis ke depannya,” ujar Mamit.

Menurutnya, dengan hanya tinggal 12 anak perusahaan, hal itu akan mempermudah Pertamina dalam mengelola dan menyusun rencana strategis seluruh bisnis Pertamina Group.

“Sebelum adanya restrukturisasi ini Pertamina begitu gemuk dan begitu besar. Banyaknya anak perusahaan yang terlibat dalam kegiatan operasional maka dipastikan akan banyak pemikiran dan banyak biaya yang harus dikeluarkan Pertamina pada saat itu,” tuturnya.

“Belum lagi terkait masalah kebijakan. Itu seharusnya bisa dilakukan lebih cepat lagi sehingga Pertamina tidak kehilangan momen dalam pengambilan keputusan meskipun memang harus berkoordinasi dengan holding,” sambungnya.

Hal lain yang juga positif menurut Mamit, restrukturisasi anak usaha juga membuat manajemen holding lebih mudah dalam melakukan pengawasan.

“Saya sampaikan juga pengawasan pasca restrukturisasi juga diharapkan lebih optimal karena fokus pada bidangnya masing-masing. Selain itu, dengan adanya restrukturisasi ini tidak mengurangi penugasan dari pemerintah kepada Pertamina,” tegasnya.

Namun demikian, bukan tanpa hambatan. Tantangan yang akan dihadapi Pertamina sebagai holding BUMN Migas juga tidak akan mudah. Pekerjaan rumah yang harus dihadapi Pertamina kedepan adalah transisi dari penggunaan energi Fossil ke energi terbarukan.

“Ketika bicara energi bersih, maka menjadi tantangan utama bisnis Pertamina ke depannya. Pertamina sudah ada di jalur yang benar untuk menjalankan bisnis mereka dengan adanya perubahan ini. Tinggal konsistensi di lapangan ini benar-benar terlaksana. Jangan sampai dengan adanya perubahan restrukturisasi ini jadi tidak berjalan dengan baik,” pungkasnya. (int/*)