oleh

Komut Pelindo IV Apresiasi Kinerja Karyawan

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Fachry Ali mengapresiasi seluruh direksi dan karyawan karena kinerja cukup baik selama 2020.

Apresiasi tersebut semakin bertambah terutama karena tahun lalu badai pandemi Covid-19 kuat menerpa termasuk dunia usaha yang dijalankan oleh BUMN Kepelabuhanan ini.

“Atas nama komisaris, saya ingin mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan Pelindo IV mulai dari tingkat yang paling rendah hingga kepada jajaran direksi karena kinerja yang sangat bagus selama tahun 2020,” kata Fachry.

“Integrasi Pelabuhan untuk Menjadi Entitas Usaha yang Inovatif dan Tangguh Menghadapi Tantangan,” sambungnya.

Lebih jauh menurut Fachry, saat ini iklim usaha yang tercipta saat ini mampu menciptakan jalan keluar dari persoalan-persoalan yang muncul akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, Komisaris Utama juga mengingatkan terkait merger Pelindo I, II, III dan IV. “Saya atas nama komisaris ingin menekankan kembali bahwa tentu ada perubahan perubahan yang bersifat struktural dari merger yang akan dilaksanakan pada bulan September tahun ini,” ujarnya.

Perubahan perubahan struktural itu lanjutnya, bisa bermacam macam. Tapi satu hal, merger yang akan dilakukan bukanlah merger yang bersifat horisontal melainkan bersifat vertikal yang memerlukan adjustment “bersifat radikal” sebab merger yang bersifat vertikal ini berada di luar pengalaman korporasi sejak Pelindo I sampai dengan Pelindo IV didirikan.

“Oleh karena itu, atas nama komisaris, kami atau saya menyarankan untuk meningkatkan kemampuan adjustment, kemampuan penyesuaian diri terhadap sektor merger dari korporasi yang akan berlangsung beberapa bulan kemudian.” ucapnya.

Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh direksi tambah dia, terutama suatu strategi yang bersifat output looking, yaitu pandangan yang bersifat keluar harus terus dilanjutkan.

Kerja sama dengan aktor-aktor global, yang berhubungan dengan pelabuhan maupun yang berhubungan dengan sumber daya finansial, harus tetap dilakukan sebab itu akan memberikan lagacy dan juga memberikan akses kepada korporasi yang akan dimerger.

Dia berharap, semoga rapat kerja ini akan memunculkan program-program kerja yang lebih realistis tetapi pada saat yang sama juga bersifat produktif.

“Semoga rapat kerja kita ini bisa memberikan program, di mana kemampuan adjustment kita terhadap program ketika merger yang akan dilaksanakan pada bulan September ini bisa diwujudkan,” tukas Fachry. (*)