oleh

Tak Serius Tangani COVID, Kapolda Ancam Copot Kapolsek

Editor : Any Ramadhani-Headline, Kesehatan-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Langkah tegas dikeluarkan Polda Metro Jaya dalam mengantisipasi melonjaknya kasus COVID-19 di Jakarta. Sanksi pencopotan jabatan, jika Kapolsek tak serius menangani COVID-19.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dengan tegas mengancam mencopot Kapolsek tak serius dalam menangani dan menekan penyebaran COVID-19. Namun, dia juga akan memberi reward jika Kapolsek mampu menekan penularan.

Akan diberi reward (hadiah) kalau berhasil menekan COVID-19 di wilayah tapi punishment (hukuman) juga bagi Kapolsek yang tidak turun. Apa punishment-nya? Kemungkinan akan diganti. Kapolda memang tegas menyampaikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (25/5).

Menurutnya, ancaman tersebut dilontarkan Kapolda saat memberi arahan kepada Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Dia, kata Yusri, juga mewajibkan para Kapolsek di wilayah Polda Metro Jaya untuk turun langsung ke lapangan dalam penanganan COVID-19.

“Kapolsek diwajibkan turun ke lapangan. Jangan cuma dengar dari Bhabinkamtibmas saja terus tidur,” tambahnya.

Polda Metro Jaya memperpanjang masa operasi penyekatan arus balik hingga 31 Mei 2021, untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif COVID-19 usai libur Idul Fitri 1442 H.

“Kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) akan dilanjutkan sampai 31 Mei. Apakah diperpanjang lagi? Nanti kita lihat situasi, kita masih menghitung warga DKI Jakarta dan sekitar apakah sudah pulang semua,” katanya.

Sejak 16 hingga 25 Mei, Polda Metro Jaya menemukan 596 pemudik yang kembali ke Jakarta terindikasi COVID-19 berdasarkan tes usap antigen di pos penyekatan.

“Selama sembilan hari setelah Lebaran kita periksa 92 ribu masyarakat yang pulang mudik ke Jakarta atau wilayah hukum Polda Metro Jaya, dari 92 ribu ada 596 positif,” katanya. (int/*)