oleh

Jamaah Haji Batal Berangkat, Ketua Amphuri : Ini Keputusan Terbaik pemerintah

Editor : admin 1, Penulis : Hikmah-Berita, Info Umroh/Haji, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri) Sulampua ikut buka suara terkait keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun 1442H/2021M yang disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Atas keputusan tersebut, Ketua Amphuri Dpd Sulampua H.Ardiansyah Arsyad mengatakan menghormati keputusan tersebut dan berharap keputusan terbaik pemerintah ini dapat dimengerti dan dipahami pula oleh seluruh masyarakat muslim Indonesia, termasuk para penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah.

“AMPHURI menghormati keputusan pemerintah yang disampaikan oleh Menteri Agama Gus Yaqut yang membatalkan keberangkatan jamaah haji pada tahun ini yang didasarkan karena Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berlalu,” kata Ardi Rabu (9/6/2021).

Memang, kata Ardi sesuai undang-undang, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanaan jamaah haji harus dijamin dan diutamakan.

Ardi membeberkan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi serta sekembalinya di tanah air para jemaah harus menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan.

“Inilah yang menjadi dasar pemerintah membatalkan penyelenggaraan haji tahun ini, dan kebijakan ini berlaku di seluruh Indonesia” pungkas Ardi.

“Bisa jadi, kebijakan ini menjadi pertimbangan Saudi juga untuk menjaga dan keselamatan para jamaah haji, sehingga belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji 1442H/2021M,” sambungnya.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Amphuri Dpd Sulampua Andi Chandrawali mengatakan kebijakan pembatalan haji tahun ini tidak hanya karena Saudi belum membuka akses maupun kepastian terkait kuota haji yang didapat Indonesia tapi juga pertimbangan kondisi pandemi.

Lanjut dia, keputusan Menteri Agama ini bahkan Di mana didukung oleh DPR agar Indonesia dapat mengedepankan sikap kehati-hatian demi menjaga keamanan dan keselamatan para tamu Allah.

“Semoga ini menjadi keputusan terbaik yang bisa diterima, setelah AMPHURI bersama Kementrian Agama dan seluruh stakeholder berupaya mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari skema keberangkatan, mitigasi, termasuk kajian fiqih ibadahnya,” ujarnya. (*)