oleh

Jabatan Bapenda Tak Diminati

Any Ramadhani-Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Job fit pejabat Pemkot Makassar rampung. Hasilnya, panitia seleksi (Pansel) merekomendasikan tiga jabatan kepada setiap peserta. Nantinya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang akan menentukan jabatan peserta job fit tersebut.

Ada yang menarik dari job fit kali ini. Dari 19 pejabat eselon II yang mengikuti seluruh tahapan, tidak ada satupun yang mengusulkan namanya ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Tak hanya Bapenda, jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga tidak diminati. Selain itu, sejumlah nama pejabat bakal bergeser dari posisinya saat ini.

Misalnya, Irwan Rusfiady Adnan, dipastikan bergeser dari jabatan kepala Badan Pendapatan Daerah. Hasil job fit merekomendasikan tiga jabatan yang cocok, yakni staf ahli bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan.

Dua jabatan lainnya yakni asisten bidang ekonomi dan pembangunan serta kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Selanjutnya, pejabat yang dipastikan bergeser yakni Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Irwan Bangsawan. Ia direkomendasikan tiga jabatan, yakni Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Asisten Bidang Administrasi Umum dan Kepala Dinas Perdagangan.

Adapun Ismail H.A yang sebelumnya menjabat sebagai Diskominfo direkomendasikan menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan & Kesra, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau Kepala Dinas Perpustakaan.

Iman Hud yang saat ini menjabat Kepala Satpol PP tidak akan lagi menempati jabatannya tersebut. Dari tiga rekomendasi pansel, tidak ada jabatan Satpol PP. Ketiganya, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. (selengkapnya lihat grafis).

Ketua Pansel Job Fit, Prof Yusran Jusuf mengatakan, masing-masing pejabat dengan tiga rekomendasi jabatan diserahkan ke Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

“Pak Wali akan memilih dari tiga nama yang diserahkan pansel. Selanjutnya akan dikirim ke KASN. kemudian meminta izin ke Mendagri untuk melakukan pelantikan,” ujar mantan Pj Wali Kota Makassar ini, Kamis (10/6).

Prof Yusran mengatakan, jika tidak ada satupun pejabat yang memilih posisi Bapenda. “Setiap orang merekomendasikan dua jabatan yang diinginkannya, dan tak ada satupun yang pilih Bapenda,” ucapnya.

Pansel lainnya, Prof Aminuddin Ilmar mengatakan, ada beberapa parameter yang digunakan dalam Job Fit untuk menilai kriteria para pejabat tinggi pratama itu, yakni berkaitan dengan profesionalitas, loyalitas hingga pada keahlian para pegawai eselon II.

“Jadi sifatnya ini hanya pergesaran saja, karena ada kepala dinas yang sudah lama menjabat di instansi tersebut, ataupun orang yang disimpan dalam OPD tersebut tidak sesuai pada tempatnya, hingga kami diminta untuk melakukan evalusi hasilnya sudah kita serahkan,” katanya.

Ilmar membantah bila dalam Job Fit ini akan ada kepala Dinas yang akan dilakukan demosi. “Demosi tidak ada, hanya diatur ulang saja siapa yang pas mengisi posisi ini, soal penempatan saja,” jelasnya.

Diketahui Danny Pomanto bersama Wakilnya Fatmawati Rusdi mempunyai program Makassar Recovery, salah satunya yakni melakukan resseting ulang pemerintahan di tubuh OPD agar mewujudkan pelayanan publik yang bebas indikasi korupsi.

“Untuk mengukurnya kami punya tiga indikator yakni jujur LHKPN, bebas LHP BPK. Jadi kalau ada catatan LHP BPK tidak akan masukan dalam tim saya dalam mengemban amanah selama 5 tahun,” tutur Danny.

Danny memastikan job fit dilakukan secara transparan tanpa adanya nuansa politik di dalamnya. “Saya memang tidak mau intervensi itu barang, tetapi itu dari pansel. Yah harus transparan,” jelas Danny. (*)