oleh

Ratusan Warga Maradekaya Gotong Royong Bangun Masjid

Any Ramadhani-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Gotong royong pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Gotong royong dimaknai sebagai suatu kegiatan yang dilakukan bersama-sama dan bersifat suka rela. Dengan gotong royong diharapkan kegiatan yang dikerjakan bisa berjalan lancar, mudah dan semakin ringan.

Seperti yang terjadi di Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Ratusan warga di dua lingkungan yakni lingkungan Masago, dan lingkungan Bilacaddi melaksanakan gotong royong pengecoran atap Masjid Nurul Bimas, Minggu (13/6/2021).

Ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Bimas, Drs. Muh. Nasir Daeng Jama mengatakan, dana untuk membangun Masjid Nurul Bimas dikumpulkan dari warga. Ia menyakini bisa menyelesaikan pembangunan Masjid tersebut dengan kekompakan warga Bilacaddi, Masago.

“Saya berharap ada partisipasi dari para dermawan untuk menyisihkan sebagian hartanya pada pembangunan Masjid ini, agar segera rampung 100%,” kata Nasir Daeng Jama.

Masjid yang didirikan almarhum H. Makattang Karaeng Sibali pada tahun 1985 ini dengan luas bangunan 14X16 meter, dan luas tanah 20 x 20 meter dinilai bersejarah oleh masyarakat setempat. Pembungannya, masih tahap 40%.

“Setelah perombakan Masjid bersejarah peninggalan almarhum H. Makatang Karaeng Sibali ini, muda-mudahan dapat menampung lebih banyak jemaah,” ujar Nasir Daeng Jama.

Ia juga menambhakan, untuk menunjang kelancaran pembangunan Masjid Nurul Bimas panitia melibatkan kalangan ibu-ibu. Setiap rumah tangga diberi kesempatan bersedekah makanan untuk para pekerja, diroling setiap hari.

“Kami menyakini untuk rumah Allah SWT akan selalu ada rezekinya setiap warga yang menyedekahkan sebagian hartanya. Apalagi warga Bilacaddi, Masago semua solid dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,” ujarnya lagi.

Pengecoran atap masjid di hari akhir pekan berjalan lancar, tidak sampai setengah hari sebelum memasuki adzan Dzuhur pekerjaan telah tuntas. Setelah itu para pekerja dan warga makan siang bersama yang disiapkan oleh ibu-ibu Bilacaddi, Masago. (*)