oleh

Kapolres Takalar Atensi Khusus Tuntutan Gerak Misi

Any Ramadhani and Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM– Kapolres Takalar, AKBP Beny atensi khusus tuntutan Gerak Mahasiswa Indonesia (Gerak Misi) untuk segera menuntaskan kasus proyek Pembanguan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Kombinasi Komunal Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) pada tahun 2019.

“Kami mendukung penuh aspirasi Gerak Misi dan saya akan atensi khusus ke Penyidik Tipidkor Polres untuk segera menuntaskan proyek pembanguan IPAL MCK. Dan mari kita secara bersama sama untuk mengawal proyek tersebut,” ucap AKBP Beny, di ruang Vicon Polres Takalar, Selasa (14/06).

Diketahui tuntutan Gerak Misi saat melakukan Unjuk Rasa (Unras) mendesak Polres Takalar untuk segera evaluasi Unit Tipikor Polres Takalar.

“Kemudian tangkap dan adili Kepala Dinas PUPR beserta PPK, KPA dan pihak yang terlibat dalam kasus pembangunan IPAL dan MCK di Kabupaten Takalar yang diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi,” tegas Jenderal Lapangan, Yayat saat oras, Selasa (14/06).

Selain itu, Yayat juga mendesak Polres Takalar untuk melakukan transparansi penanganan dalam
Kasus Pembangunan IPAL Dan MCK di Kabupaten Takalar yang diduga terdapat konspirasi dalam penanganan Kasus tersebut.

“Dimana diketahui proyek Pembanguan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Kombinasi Komunal Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) dikerjakan secara Swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),”

“Proyek ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 senilai Rp.4.517.540.000 miliyar melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas PUPRPKP Takalar yang tersebar luas di 10 titik kegiatan di Kabupaten Takalar, terdiri lima titik di Ponpes (Pondok Pesantren) dan lima titik di Pemukiman. Dan kami menemukan indikasi Korupsi yang secara massif, seperti ketidaksesuaian antara volume
bangunan dengan anggaran yang dikucurkan.” Jelas Yayat. (*)