oleh

ANDI AMRAN SULAIMAN: Role Model Revolusi Mental (Bagian 2)

Editor : Any Ramadhani-Opini-

OLEH
Mujiburrahman.B, S.Sos.I, M.Si
Anggota DPRD Kota Makassar, 2009-2014

Cerita di balik beberapa kesempatan bukanlah isapan jempol semata, di tahun 2016, 2017, dan 2018 kementerian pertanian mendapatkan penilaian terbaik dari BPK dengan prestasi WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), di mana tahun sebelumnya kementerian pertanian hanya mencapai WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Tahun 2018, Pertanian Indonesia mendapat perhatian dunia, PBB menjadikan Indonesia sebagai percontohan dalam menanggulangi kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan desa. Sumber data BPS mengemukakan bahwa kementerian pertanian mampu menurunkan tingkat inflasi dari 11,71% tahun 2013 menjadi 1,26% ditahun 2017, pertama kali dalam sejarah keberhasilan itu dilandasi dengan kerja cerdas sosok Andi Amran Sulaiman.

Titik sentrum dalam masa kepemimpinan beliau adalah; tahun 2014–2019 anggaran pertanian mengalami penurunan (hemat) sekitar 33,65%, justru berbanding terbalik dengan fenomena daya dongkrak peningkatan PDB pertanian menjadi 3,5 %, sehingga pertanian Indonesia berada pada peringkat ke 5 dari 224 negara didunia.

Tahun 2017 dan 2018 beliau juga mendapatkan penghargaan sebagai menteri anti gratifikasi dari KPK-RI. Prestasi dan pujian beliau dapatkan baik nasional sampai tingkat internasional. Bagaikan “mutiara dari timur” beliau pejabat yang membanggakan, pantas menjadi tokoh role model “revolusi mental” yang sejak tahun 2014 di perkenalkan oleh presiden Jokowi. Revolusi mental adalah gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala.

Beliaulah sejatinya tokoh revolusi mental karena mampu menekan angka kebocoran anggaran pertanian. Bekerja sama dengan POLRI meringkus 784 kasus dan 411 tersangka mafia pertanian. Komitmen hukum dan tanggung jawab beliau dalam memimpin pertanian dirasakan manfaatnya bagi bangsa dan negara. Dalam beberapa kesempatan beliau menegaskan bahwa “prestasi ini kami dapatkan karena kami tidak pandang bulu, kami tegas karena perintah pak presiden untuk membersihkan praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme di kementerian”.

Tahun 2019, pada acara malam penghargaan Indonesia Awards live di media TV nasional, beliau di daulat sebagai menteri pertanian yang berhasil mengekspor komoditi unggulan hasil bumi terbanyak selama lima tahun terakhir, beliau adalah tokoh inspiratif penegak revolusi mental di masa pemerintahan Jokowi-JK. Pak Mentan dikenal sebagai sosok penyayang petani dan kaum dhu’afa, jabatannya sebagai mentan lebih banyak digunakan untuk kunjungan lapangan menyusuri sawah, perkebunan dan peternakan di Indonesia untuk menawarkan solusi.

Tanpa ragu, sebagian masyarakat berekspektasi bahwa di periode kedua Jokowi beliau akan tetap menjadi Menteri Pertanian. Gayung bersambut, beliau kembali membuktikan diri sebagai tokoh simpatik yang berpengaruh dalam kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada suksesi Pilpres 2019. Di akhir periode kementerian, beliau mulai fokus untuk merecovery beberapa unit usaha yang menurutnya kurang mendapatkan perhatian darinya setelah menjadi menteri, bahkan dicatat diberita online bahwa lima tahun beliau menjabat, kekayaannya menyusut 50 Miliar.

Ekspektasi orang banyak tidak selalu berjalan sesuai kenyataan, Selasa 22 Oktober 2019, live di media TV Nasional datang para calon menteri ke istana presiden, satu wajah yang dirindukan ternyata tidak hadir di sana. Ketidakhadiran AAS -panggilan simbolik Andi Amran Sulaiman- menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat.

Muncul spekulasi, bahwa AAS di asumsikan tidak maksimal memenangkan Jokowi-Maruf, disisi lain terdengar kabar; beliau sedang fokus pada unit usahanya di beberapa sektor, sampai menambah pembangunan smelter empat titik di Indonesia. Selain itu, JHONLIN Grup bekerja sama dengan TIRAN Grup berhasil mendirikan pabrik gula terbesar di asia tenggara dengan investasi 5 Triliun, yang terintegrasi dengan perkebunan tebu seluas ± 63.000 Ha dengan estimasi produksi 800 Ton perhari.

Konon kabarnya banyak yang tidak percaya bahwa benih tebu bisa tumbuh subur di atas tanah tandus bombana yang dikenal panas dan dipenuhi tambang emas serta mineral logam. Tapi ternyata skill beliau mengelola tanah bukanlah cerita baru, akhirnya terkuak AAS pulang kampung membangun rencana besarnya!.

Tepat setahun berlalu, kamis 22 Oktober 2020 Kehadiran presiden Jokowi pada saat peresmian pabrik gula bombana, justru memperlihatkan keharmonisan yang mampu meretas tanda tanya sebagian orang terhadap hubungan keduanya. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa kehadiran produksi Gula Kristal Putih (GKP) Merk GulaTa Bombana akan menjadi sumber devisa besar bagi negara. Jokowi menganggap AAS adalah contoh nyata bagi pelaku percepatan gerak investasi di Indonesia. Tidak sedikit bapak presiden menyanjung dan meminta pak AAS untuk berdiskusi memikirkan revolusi gerak pacu investasi di Indonesia. Tujuan utamanya adalah memangkas rantai birokrasi dan mengurangi biaya yang tidak wajar dalam perizinan. Indonesia mengenal AAS sebagai tokoh yang bertangan dingin dalam melakoni tugas negara dan bisnis. Keberhasilan beliau memangkas pemborosan anggaran pertanian, dan manajerial kepemimpinannya mendapat penghargaan “penilaian pengelolaan kepegawaian terbaik tingkat kementerian besar” oleh Badan Kepegawaian Negara tahun 2019.

Di tahun 2021, penulis dalam beberapa kali pertemuan mendapat kesempatan untuk berdiskusi dan mendengarkan cita-cita besar beliau untuk Indonesia mandiri yang di dasari dengan revolusi mental. Menurut hemat AAS, Indonesia harus dikelola dengan fokus pada percepatan investasi dan perilaku birokrasi yang jujur dan adil. Negara ini akan mengalami kemunduran jikalau tidak dilakukan revolusi mental terlebih dahulu. Menurutnya, filosofi Revolusi mental adalah mendudukkan perilaku kemanusiaan di atas penghambaan kepada sang pencipta melalui pekerjaan yang kita lakoni.

Sifat ketuhanan harus terpatri dalam perilaku kehidupan sehari-hari, karena sifat pencipta dalam perilaku hidup adalah berani jujur, bertanggung jawab, amanah, penuh kasih sayang, dan peduli. Sikap tersebut harus dimiliki manusia sehingga semua gerak kehidupan ini mampu menembus batas kearifan lokal atau local wisdom sebagai sikap moral.

Di tengah kesibukannya memimpin TIRAN Grup, AAS sering mengisi materi diskusi di ruang publik, beliau diundang menjadi keynote speaker dan orasi ilmiah di berbagai kegiatan organisasi dan pemerintahan. Saat berbagi pengalaman, beliau menegaskan bahwa setiap usaha harus dimulai dari niat baik, fokus dan sungguh-sungguh bekerja keras untuk mencapai hasil dan segera bersedekah untuk menembus rahasia takdir dan membuka tabir rezeki.

Dibalik itu, ada rumus bisnis yang bisa kita dapatkan. Cerita ini memberikan bukti; hasil awal dari bisnis racun tikus semuanya di sedekahkan, dan ajaibnya bertumbuh berkali lipat, permintaan datang hampir dari seluruh pelosok negeri. Setelah itu, mulai merambah dunia smelter dan kantor yang dulunya hanya 2×3 meter, dalam waktu ± 10 tahun berdiri gedung kokoh (AAS Building) berlantai 11 di jalan urip sumoharjo, membawahi 12 kantor cabang dengan 14 unit usaha. Semua itu karena konsep sedekah, kita akan segera mendapatkan keajaiban rezeki dan bonus hidup.

Di akhir tulisan, penulis ingin merefleksi makna kekuatan moral dan konsep revolusi mental yang beliau implementasikan, baik saat memimpin kementerian maupun Tiran Grup. Internalisasi dari konsep tersebut adalah menjadikan jabatan dan harta sebagai kesempatan untuk berbuat baik kepada orang banyak. Harus berani untuk berbuat benar dalam pekerjaan sekalipun dipandang sebelah mata, karena jika orang-orang ingin menjatuhkanmu, di saat itu kamu berada di atas mereka.

Tak heran, jika saat ini beliau banyak di jagokan sebagai tokoh representatif Indonesia Timur untuk maju dalam pertarungan capres dan cawapres 2024, bahkan para petinggi parpol sering menyebut AAS sebagai calon kuat yang akan diusung oleh partai tertentu. Kumpulan berita online dan akun sosmed yang saat ini ramai membawa namanya, adalah wujud dari kecintaan masyarakat dan penggiat politik terhadap ketokohannya. Jejak rekam digital beliau dengan mudah kita dapatkan di Google, banyak cerita baik dan panutan yang bisa kita dapatkan.

Wallahu a’lam Bissawab.
Billahi’taufiq Wal Hidayat

Referensi;
Wikipedia, Berita online, Akun sosmed AAS, dan
kutipan langsung pernyataan dan diskusi dengan sumber.