oleh

Golkar Sulsel Patok Target Tinggi di Pileg 2024

Editor : Any Ramadhani-Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Target tinggi dipatok Partai Golkar Sulsel di Pileg 2024 mendatang. Tak tanggung-tanggung, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan 220 kursi pada 24 kabupaten/kota, termasuk DPRD provinsi.

Pada Pileg 2019 lalu, perolehan kursi Partai Golkar Sulsel mengalami penurunan yang cukup drastis. Totalnya, hanya 152 kursi. Rinciannya, untuk DPR RI, Golkar hanya meraih 4 kursi, jumlah itu mengalami penurunan 1 kursi dibanding Pileg 2014. adapun di DPRD provinsi dari 18 kursi menjadi 13 kursi.

Penurunan kursi juga dialami disejumlah kabupaten/kota. Di Makassar misalnya, dari 8 kursi (2014) turun menjadi 5 kursi (Pileg 2019), di Gowa, dari 9 kursi menjadi 3 kursi, Takalar dari 6 kursi menjadi 4 kursi, Bantaeng dari 3 kursi menjadi 2 kursi. (selengkapnya lihat grafis).

“Insya Allah Pileg 2024 kita akan tembus 220 kursi dan ini harus buktikan bersama,” ujar Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP) dihadapan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam dialog interaktif bersama pengurus DPD I dan anggota fraksi Golkar se-Sulsel di Hotel Novotel, Minggu (13/6/2021) malam.

Khusus DPR RI, TP menargetkan meraih 3 kursi di Dapil Sulsel I, Dapil Sulsel II 4 kursi dan Dapil Sulsel III 3 kursi. Kata TP, target tersebut memungkinkan bisa diraih mengingat Provinsi Sulsel adalah lumbung suara Partai Golkar.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, meski mengalami penurunan, namun ia bersykur sejumlah kader Golkar masih diberi amanah menjadi wakil rakyat di parlemen. “Kalau bisa tetap menambah kursi,” kata Ahmad Doli.

Doakan TP Jadi Gubernur

Dalam kesempatan itu, Ahmad Doli juga mendoakan Taufan Pawe terpilih sebagai Gubernur Sulsel pada perhelatan Pilgub 2024 mendatang.

Ia menyebut, Wali Kota Parepare dua periode itu sebagai kader terbaik Golkar di Sulsel. Sudah selayaknya kata dia, semua kader Golkar bekerja masif memenangkan TP sebagai Gubernur Sulsel 2024. Sama halnya dengan Ketum DPP Airlangga Hartarto yang wajib didorong dan dimenangkan pada Pilpres mendatang.

“Saya berharap Pak Taufan Pawe bisa jadi gubernur, kami doakan. Saya juga berharap Ketua DPRD tetap Golkar dan kursinya tidak 13 lagi, kalau bisa 20 kursi,” ucap Ahmad Doli.

Untuk mewujudkan harapan itu, Ahmad Doli meminta semua kader-kader tidak hanya beretorika semata dalam mendorong TP untuk maju saja. Namun harus dibuktikan denga bekerja mulai sekarang, secara masif.

“Bukan hanya mendorong saja, tetapi harus membantu mensosialisasikan beliau (TP) mulai dari sekarang,” pinta Ahmad Doli yang juga Ketua Komisi II DPR RI itu.

Selain Gubernur, Doli juga meminta kepada pengurus Golkar Sulsel untuk mempersiapkan kader yang akan didorong maju sebagai kepala daerah. Apalagi range waktu antara Pileg dan Pilkada sangat dekat sehingga harus dipersiapkan sejak awal. Jika tidak, maka tiba saatnya Golkar akan kelabakan dalam menetukan usungan kepala daerah dalam durasi waktu yang hanya lebih satu bulan usai tahapan Pileg rampung.

“Pileg dan Pilpres itu 21 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024, penetapan caleg terpilih itu rampung Juni sehingga hanya punya range waktu dua bulan untuk menentukan usungan di pilkada, makanya harus dipersiapkan kandidatnya memang sejak awal,” terang mantan Ketua KNPI itu.

Hanya saja, pertaruhan sesungguhnya terjadi di Pileg dan Pilpres 2024 yang dihelat sebelum pilkada. Partai Golkar harus bekerja keras memenangkan Pileg sebagai modal dasar untuk mengusung kader di Pilkada, baik Pilgub maupun Pilbup.

“Kalau kita kalah di Pileg, maka pasti kita akan kurang bersemangat lagi di Pilkada. Untuk itu kita harus bekerja keras dengan cara mempersiapkan kader-kader terbaik untuk diusung di Pileg karena Pileg harus kita menangkan, ini modal dasar menuju pilkada,” kata Doli.

Jika Pileg baik di pusat maupun di daerah dan Pilpres bisa dimenangkan, maka Doli menegaskan, peluang untuk memenangkan banyak kepala daerah akan jauh lebih besar. (*)