oleh

Golkar-NasDem Tokcer, Pertarungan Bebas Pilkada 2024

Editor : Any Ramadhani-Headline, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Rekrutmen kepala daerah (Kada) sebagai punggawa parpol menempatkan Golkar dan NasDem di papan atas. Delapan kada bertahan di Golkar, sementara NasDem mengunci lima kada. Enam kepala daerah lainnya memimpin lima parpol berbeda.

Pertarungan bebas akan tersaji, khususnya pada daerah yang masa jabatan petahana selesai 2023. Namun pada daerah yang memiliki petahana, pengaruh kada dianggap dapat mendongkrak elektabilitas parpol di Pileg 2024 dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliknya.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif menegaskan, partai besutan Surya Paloh itu ingin memenangkan Pileg dan Pilkada 2024 mendatang.

Menurutnya, impian itu bukan hanya isapan jempol semata, melainkan akan dibuktikan dengan adanya rekrutmen anggota melalui program e-KTA yang diminati sejumlah kalangan termasuk kepala daerah dan pengusaha.

“Jadi memang ke depan target NasDem menang dan mengusai Sulsel. Bukan hanya parlemen akan tetapi eksekutif,” tegas Syahar, Selasa (15/6/2021).

Wakil Ketua DPRD Sulsel itu optimis kejayaan NasDem di Sulsel akan dikibarkan di musim politik 2024. Rekrutmen figur dianggap sebagai bekal menuju pintu kemenangan.

Target tinggi juga dipatok Partai Golkar Sulsel. Tak tanggung-tanggung, partai berlambang pohon beringin itu menargetkan 220 kursi pada 24 kabupaten/kota, termasuk DPRD provinsi. “Insya Allah Pileg 2024 kita akan tembus 220 kursi dan ini harus buktikan bersama,” ujar Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP).

Kata TP, Target tersebut memungkinkan bisa diraih mengingat Provinsi Sulsel adalah lumbung suara Partai Golkar. “Meski demikian kader harus kerja ekstra untuk meraih itu,” jelasnya.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) mengatakan, Partai Gerindra telah mempersiapkan kader terbaik untuk maju di Pileg dan Pilkada 2024 mendatang. “Momentum Pemilu 2024 adalah kami ingin memberikan hal positif ke Partai Gerindra. Sejumlah kader internal kami siapkan di daerah maupun provinsi,” katanya.

Menurutnya, Pileg 2024 menjadi jembatan menuju Pilkada. Olehnya, ia mengajak partai lain untuk berkoalisi. “Jadi memang harus kerja keras. Berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi kuota agar dapat mengusung kandidat,” kata Anggota DPR ini.

Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG) menyampaikan bahwa PDIP tak ingin kalah dengan parpol lain. Dia menyampaikan, sejumlah figur internal PDIP sudah dipersiapkan. Hanya saja mereka ingin merampungkan struktur tingkat bawa hingga atas melalui konsolidasi semua tingkatan.

“PDIP tak boleh kalah dari partai lain, di tingkat nasional saja kita menang, jadi sekarang di Sulsel kami fokus perkuat struktur di tingkat bawa hingga atas,” jelasnya.

Menurut Ketua Banggar DPRD Sulsel itu, masih banyak waktu bagi PDIP mempersiapkan diri menghadapi Pileg 2024.

“Bagi kami setelah melihat pilkada sebelumnya, maka di tahun 2024 mayoritas akan dipersiapkan kader internal,” tuturnya.
Dia menegaskan, prioritas kader internal, bukan sekadar memiliki KTA atau menjelang pemilihan baru menjadi kader, tapi lebih dari itu. “Kader sejati, yang sejatinya memiliki energi perjuangan,” tegasnya.

Sekretaris DPW Gelora Sulsel, Mudzakkir Ali Djamil mengakui ketokohan bisa mendongkrak popularitas dan elektabilitas Parpol.

“Tapi selain itu kerja-kerja struktur partai dan jangkauan jaringannya juga bisa menjadi pendongkrak elektabilitas,” katanya.
Mantan legislator DPRD Makassar itu mengatakan, meski Partai Gelora memiliki kader berstatus kepala daerah, namun pihaknya tidak ingin membebaninya untuk memanfaatkan jabatannya.

“Biarkanlah beliau (Syamsari Kitta) tetap fokus untuk memajukan daerahnya dan merealisasikan semua program strategisnya. Dengan struktur dfan jaringan, insya Allah Gelora bisa memenangkan semua momentum politik,” ucapnya.

Meski sebagai partai pendatang baru, kata Muda–sapaan akrab Mudzakkir Ali Djamil, namun Partai Gelora sudah siap menghadapi Pemilu 2024.

“Struktur kita sudah lengkap dan menjangkau hingga desa, serta keanggotaan partai yang setiap hari ratusan orang mendaftar. Ini jadi kekuatan utama kita untuk sukses di 2024,” bebernya.

Ia meyakini mampu mengusung kader selain di Kabupaten Takalar, karena hasil Pileg 2024 akan digunakan sebagai rujukan Pilkada 2024.

“Insya Allah kami juga bisa mengusung kader pada Pilkada daerah lain, karena kita optimalkan bisa meraih kursi sebanyak mungkin pada Pileg,” harapnya.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, momentum Pileg menjadi semacam ujian pra-Pilkada bagi ketua partai. Karena ketua partai yang punya cita-cita running di Pilgub harus memperlihatkan pencapaian elektoral yang baik, secara institusi maupun secara personal.

“Kalau mencapai suara atau kursi partai menurun, apalagi jika dukungan personal juga menurun di Pileg, maka akan sulit bagi ketua partai untuk mendapat dukungan partainya di Pilgub 2024,” katanya.

Ketua partai yang tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah tentu akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan sumberdaya pemerintahan, untuk agenda-agenda politik partainya.

“Tapi semua kembali pada modal sosial, penguasaan sumberdaya ekonomi politik, strategi dan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki ketua partai,” tutupnya. (*)