oleh

Koalisi Aktivis Anti Korupsi Marbo Unjuk Rasa di Dinas PU Takalar

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Lima Koalisi Aktivis Anti Korupsi Marbo Bersatu melakukan Aksi Unjuk Rasa (Unras) di depan Kantor Dinas PU Takalar.

Aksi ini dilakukan karena ke lima Aliansi Aktivis tersebut telah menemukan dugaan pengerjaannya tak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), Kamis (17/06).

“Hal ini terbukti dengan Pekerjaan yang baru beberapa minggu selesai sudah ada yang retak. Sehingga kami anggap proyek
tersebut Gagal Konstruksi sesuai dengan Investigasi teman yang ada di Kecamatan Mangarabombang serta Mengindikasi adanya kerugian Negara yang berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi,” tegas Direktur LSM Barapi, Sudirman Danker.

Diketahui proyek tersebut Peningkatan Jalan Ruas Cikoang – Puntondo Kecamatan Mangarabombang yang dikerjakan oleh PT Valantey Konstruksi Indonesia yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021 senilai Rp4.406.800.000,- melalui Pemerintah Kabupaten Takalar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Sehingga, pihaknya dari Koalisasi Aktivis Anti Korupsi Marbo Bersatu mendesak Bupati Takalar untuk mencopot Kadis PUPR Kabupaten Takalar dan Tolak Pekerjaan Jalan Poros Cikoang-Puntondo, Blacklist Pelaksana Kegiatan PT Valantey Kontruksi Indonesia.

“Kemudian kami juga meminta mencopot Kabid Bina Marga Dinas PU dan meminta Pengawas untuk bertanggung pada proyek tersebut, pungkas Danker,” kata dia.

Sementara, Kabid Bina Marga Takalar, Asraruddin Muis mengatakan, belum bisa terlalu banyak komentar karena Pekerjaan tersebut belum selesai dan sekarang masih tahap finishing.

“Proyek tersebut masih tanggungjawab Kontraktor. Sebab, pengerjaannya belum selesai dan belum diserah terimakan ke Pemerintah Kabupaten Takalar. Saya akan tetap menyampaikan ke Konsultan Pengawas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kontraktornya,” tutup Asraruddin. (*)