oleh

Pertamina Mandirikan Desa Tertinggal di Maros

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAROS, BACAPESAN.COM – Unit bisnis Pertamina Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin Makassar memberikan pendampikan kepada salah satu daerah 3T, Dusun Cindakko, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.

Lewat pendidikan literasi untuk warga yang berlangsung sejak kurun 2 tahun Terakhir, Pertamina melanjutkan komitmennya dengan mengembangkan potensi Sumber Daya Alam yang ada di daerah tersebut melalui pemberdayaan masyarakat terkait budidaya Lebah Madu, Home Industry Gula Aren dan Budidaya Kopi Arabica dan Robusta.

Unit Manager Comm, Rel & CSR, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk intervensi yang diberikan Pertamina.

Laode menjelaskan, pendampingan tersebut diberikan dikarenakan Dusun Cinddako mSih tertinggal dan belum teraliri listrik. Pertamina merencanakan Pengembangan Solar Panel dan Pembangkit Listrik Teknologi micro-hydro dengan mengandalkan cahaya matahari dan debit aliran sungai yang berlebih.

“Visi kami adalah Cindakko Menyala. Selain Menyala dalam arti harfiah, Menyala juga akronim dari Mandiri Ekonomi, Jaya Sumber Daya Alam dan Lengkap Nutrisi Warganya,”ujar Laode, Rabu (16/6).

Laode mengutarakan, potensi Madu Hutan yang mampu dihasilkan mencapai 1 Ton pada musim panen besar di bulan Agustus hingga Oktober Vegetasi pendukung. Pemanenan dilakukan dengan metode panen lestari dengan meninggalkan seperempat sarang lebah agar koloni lebah kembali terbentuk.

Untuk potensi Gula Aren dan Kopi mencapai 100 Kg dalam sekali panen. Pertamina secara bertahap akan mengolah ketiga produk unggulan tersebut menjadi bernilai guna dengan menerapkan prinsip Good Agricultural Practice.

Total bantuan CSR yang sudah digelontorkan untuk Program Cindakko Menyala ini mencapai 285 Juta Rupiah. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG’s) Poin 8 Pengembangan Ekonomi dan Poin 12 Konsumsi Bertanggungjawab.

Sulaiman, Kepala Dusun Cindakko mengatakan bahwa kehadiran Pertamina membawa perubahan bagi warga Dusun Cindakko yang beranggotakan 114 KK ini.

“Warga menjadi paham bagaimana menanam pohon dan kopi, budidaya lebah madu, panen lestari madu hutan (Apis Dorsata), dan mengolah gula aren. Desa kami karena di pelosok dan tidak ada listrik dan jaringan sama sekali jadi tidak ada akses informasi masuk.” ujar Sulaiman.

Sulaiman berharap pendampingan dilaksanakan bertahap dan berkelanjutan. Karena keterbatasan literasi informasi, warga desa tidak bisa menerima informasi secara cepat. (*)