oleh

Tiba di Sulsel, Kerajinan Kerang Tim PKK Parepare Jadi Cinderamata Untuk Sandiaga Uno

Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno hadir Sulawesi Selatan. Kunjungan Sandiaga untuk beberapa agenda pariwisata di Sulsel selama dua hari, Kamis dan Jumat, 17-18 Juni 2021.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan beberapa kepala daerah di Sulsel menyambut khusus Sandiaga di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Kamis 17 Juni 2021 malam

Kunjungan mantan gubernur DKI Jakarta itu juga disambut oleh Wakil Wali Kota Parepare, Pangerang Rahim yang mewakili Wali Kota Parepare Taufan Pawe, didampingi Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Parepare Amarun Agung Hamka.

Pemkot Parepare memberi kesan berbeda dengan kehadiran mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Yakni Pangerang Rahim atas nama Pemkot Parepare menghadiahkan oleh-oleh khas Parepare kepada Sandiaga.

Oleh-oleh khas itu diantaranya, kerajinan kerang-kerangan produksi UMKM Parepare yang dipelopori Ketua TP PKK Parepare Erna Rasyid Taufan berupa gelang, kalung, bros, tempat tissu, botol sabun yang terbuat dari kerang, serta kuliner khas Parepare roti Mantao.

Roti Mantao ini masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 untuk kategori makanan tradisional.

Menerima oleh-oleh khas Parepare itu, Sandiaga terkesan. “Iya tadi Bapak Menteri terkesan dengan oleh-oleh khas Parepare, kerajinan kerang-kerangan dan roti Mantao yang diserahkan Bapak Wakil Wali Kota. Pak Menteri tampak kagum, dan berterima kasih atas hadiah oleh-oleh khas Parepare itu,” ungkap Kadisporapar Parepare, Amarun Agung Hamka.

Secara umum dalam kunjungan di Sulsel ini, Sandiaga menilai sudah ada semangat baru untuk kebangkitan pariwisata.

“Kami merasakan ada semangat baru. Ada harapan baru. Kita melihat kebangkitan pemulihan (ekonomi) terutama Sulawesi Selatan sebagai barometer Indonesia timur,” kata Sandiaga Uno.

Namun Sandiaga tetap mengingatkan terkait penerapan protokol kesehatan ketat dan disiplin menjadi persyaratan dalam setiap kegiatan.
(***)