oleh

Tim Pengendali Banjir Hemat Anggaran Rp3 Miliar

Editor : Any Ramadhani-Bulukumba-

BULUKUMBA, BACAPESAN.COM – Tim pengendali banjir yang dibentuk Bupati Bulukumba, 4 Maret 2021 lalu, berhasil mengangkat 35 ribu sedimen atau sampah.

Ada lebih dari 7 kilometer panjang kanal dan drainase di kota Bulukumba yang dikeruk. Jumlah sedimen terbilang cukup besar menutupi saluran air. Saluran air yang tertutup sedimen atau sampah menyebabkan banjir di setiap musim hujan.

Tim pengendali yang dibentuk Bupati Bulukumba HA Muhtar Ali Yusuf, berjumlah 433 personil. Mereka terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bulukumba. Hasil kerja tim pengendali banjir patut diapresiasi. Apalagi, pengendalian banjir merupakan salah satu bagian dari 100 hari program kerja Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, HA Muhtar Ali Yusuf-HA Edy Manaf.

Ketua Tim Pengendali Banjir yang juga Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bulukumba, Andi Zulkifli, mengatakan tim yang merupakan kolaborasi dari beberapa unsur OPD itu menunjukkan hasil yang bermanfaat secara nyata. Mampu membuat terobosan dengan membersihkan kanal dan membuat saluran air yang mengurangi dampak banjir.

Tim pengendali banjir yang mulai bekerja sejak 4 Maret 2021 lalu, menurut Kadis PSDA Bulukumba, Andi Zulkifli, tidak menggunakan anggaran dari APBD. Tim bekerja secara efesien.

“Kalau dihitung-hitung seandainya tim menggunakan dana APBD, maka, dana yang harus dikeluarkan sebesar Rp3,1 Miliar,”kata Andi Zulkifli, Ketua Tim Pengendali Banjir.

Lalu dari mana biaya operasional tim pengendali banjir? Ketua Tim Pengendali Banjir, Andi Zulkifli, mengungkapkan sebagian besar menggunakan dana pribadi dari Bupati. Untuk program jangka panjang,

Ketua Tim Pengendali Banjir, meminta dukungan masyarakat Bulukumba. Dukungan mayarakat sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan masyarakat bisa diwujudkan dalam bentuk masing-masing membersihkan saluran air yang ada di depan rumah. (*)