oleh

Masuk Makassar Diperketat!

Editor : Any Ramadhani-Headline, Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperketat aturan bagi para pendatang yang ingin masuk ke Makassar. Skrining ganda tengah disiapkan. Baik di pintu masuk bandara, pelabuhan dan juga terminal. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya Covid-19 varian baru.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, tidak ingin kecolongan seperti saat masuknya pekerja proyek Apartemen 31 Sudirman Suite yang positif Covid-19. Hasil pemeriksaan dari 237 pekerja proyek yang berasal dari pulau Jawa, 198 di antaranya positif Covid-19.

Danny mengatakan pihaknya saat ini sedang merumuskan aturan bagi para pendatang untuk menjalani skrining ganda. Danny Pomanto mengaku sistem skrining ganda dilakukan bukan tidak percaya dengan hasil pemeriksaan awal seperti rapid antigen, GeNose, maupun Swab PCR.

“Bukan tidak percaya hasil testing di bandara maupun di pelabuhan (awal keberangkatan penumpang). Tapi kami menjaga dan mengantisipasi masuknya Covid-19 di Makassar,” kata Danny.

Kata Danny, kebijakan skrining ganda tersebut masih dalam rumusan dan dalam waktu dekat, aturan tersebut akan segera diterapkan di Makassar. “Minggu ini kita targetkan rumusan aturannya sudah selesai,” tuturnya.

Danny juga mengatakan telah menyiapkan 150 Ribu antigen untuk memaksimalkan tracking dan uji swab kepada masyarakat untuk mengetahui data pasti masyarakat yang mengidap Covid-19.

Rencananya, dari 150 ribu antigen itu juga akan ditempatkan di bandara. “Kita akan maksimalkan tracking dan swab tes kepada masyarakat agar tidak ada lagi OTG yang berkeliaran di Makassar,” tuturnya.

Covid-19 varian baru dicurigai mulai menyebar hingga Kota Makassar. Penularan ini diduga berasal dari klaster pekerja proyek apartemen di Jalan Sudirman.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr Khadijah Iriani mengatakan, untuk memastikan hal tersebut pihaknya sudah mengirim spesimen Covid-19 pasien positif ke Litbangkes Jakarta. “Hal itu dilakukan untuk memastikan jenisnya, kami disini kesulitan mengidentifikasi,” tuturnya.

Iriani mengatakan, sejauh ini tidak ada laboratorium di Makassar yang bisa mengidentifikasi jenis dan varian Covid-19. Makanya spesimen mesti dibawa ke Kemenkes.

Kata Ia, Pemkot Makassar sedang berupaya menghadirkan laboratorium baru untuk memudahkan petugas kesehatan. “Lagi diupayakan dan laboratorium di RSUD Daya itu sedang dalam perbaikan. Semoga secepatnya selesai dan kita yang pertama di Sulsel agar bisa memeriksa spesimen-spesimen baru itu,” katanya.

Sementara itu Juru Bicara Makassar Recovery, Henny Handayani mengatakan, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan beberapa opsi dalam rangka antisipasi varian baru tersebut.

“Salah satunya treatmen ganda di bandara dan pelabuhan di Makassar. Hal itu dilakukan karena berdasarkan penelitian, varian baru ini asalnya dari luar Kota Makassar,” katanya.

Hanya saja lanjut Henny, konsep teknis di lapangan masih digodok karena akan melibatkan beberapa stakeholder yang ada. “Konsepnya masih digodok karena melibatkan berbagai pihak,” tuturnya.

Kata Heny saat ini perkembangan covid 19 memang mengalami kenaikan. “Tapi kenaikannya itu rendah, dikisaran satu persen, alhamdulilah Makassar juga tidak masuk dalam kota zona merah,” ucapnya.

Hanya saja, lanjut Henny, hal tersebut tidak boleh membuat lengah. “Jangan sampai kemudian karena kelengahan tersebut, membuat Covid-19 meningkat, tentunya diperlukan komunikasi yang baik antara pemkot dan pemerintah provinsi,” tuturnya.

Henny menambahkan, pengawasan pada para pelaku usaha kuliner dan tempat hiburan, melalui zoom monitoring akan lebih dipertegas. Termasuk pula penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah makin diperketat untuk mencegah timbulnya klaster baru dari jemaah.
“Semua tempat usaha dan acara harus mengikuti sistem monitoring jaringan pemkot. Jika tidak, akan dibubarkan. Jamaah wajib memakai masker, yang tidak pakai masker ibadah di rumah saja,” pungkas Henny. (*)