oleh

DLH – FKH Gelar Sosialisasi Perwali Parepare Tentang Timbulan Sampah Sekali Pakai

Editor : Kalmasyari-Berita, Daerah, Parepare-

PAREPARE, BACAPESAN.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare menggandeng Forum Komunitas Hijau (FKH) menyosialisasikan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 22 tahun 2019 perihal pembatasan timbulan sampah sekali pakai.

Sosialisasi yang dikemas dalam rapat koordinasi dengan menghadirkan sejumlah Pengurus FKH, Ketua LPMK, dan ormas ini digelar di Kebun Raya Jompi’e, Rabu, (23/6/2021).

Kepala DLH Parepare, Budi Rusdi berharap agar FKH dapat menjadi corong bagi pemerintah dalam mengurangi penggunaan sampah sekali pakai.

“Mari kita semua menjadi corong bagi pemerintah daerah. Bagaimana di setiap kelurahan agar sampah-sampah sekali pakai dapat dikurangi. Selain itu, juga memastikan kondisi RTH terpelihara dengan baik,” ucap Budi.

Ia berharap adanya partisipasi masyarakat dan ormas agar peduli dan berperan aktif dalam pengelolaan sampah dan RTH. “Jika masyarakat berpartisipasi dalam mengelola sampah dan RTH, maka otomatis mereka akan ikut terlibat aktif pula dalam menjaganya,” ujar pria berkacamata ini saat membuka kegiatan itu.

Rencananya, Pemerintah Kota Parepare melalui DLH akan melakukan lomba RTH di kelurahan-kelurahan.

Hal senada juga dikatakan Ketua FKH Parepare, Bachtiar Syarifuddin. Ia mengatakan, rapat koordinasi dilakukan agar pengimplementasian Perwali yang hampir berusia dua tahun ini dapat diaplikasikan secara masif di tingkat kelurahan.

“Itulah sebabnya kami sengaja mengundang Ketua LPMK serta beberapa organisasi masyarakat agar bersama-sama kembali membuka Perwali ini supaya masyarakat sudah mulai melakukan perubahan pola perilaku agar tidak ada lagi menggunakan produk-produk plastik sekali pakai,” ujar HBS, sapaan karib pria yang aktif dalam kepengurusan Laskar Merah Putih (LMP) Parepare ini

Sebagai langkah kecil dalam pengimplementasian Perwali pembatasan timbulan sampah sekali pakai, DLH bersama FKH berinisiatif memberikan cinderamata berupa botol tumbler kepada para peserta.

“Di tangan kita ada botol tumbler, itu bukan sekedar cinderamata. Makna yang ingin kita capai agar Bapak-bapak dan Ibu-ibu dapat menjadi contoh dan teladan di tengah-tengah masyarakat melalui penggunaan tumbler” jelas HBS.
(***)