oleh

Inggris Vs Jerman, Mental Juara Jadi Kunci

Editor : Any Ramadhani-Olahraga, Sepakbola-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Duel Inggris vs Jerman di babak 16 besar Euro 2020 akan dihelat di Stadion Wembley London, Rabu (30/6/2021) pukul 00.00 Wita. Mental juara menjadi kunci kemenangan dalam laga bigmatch itu.

Tak bisa dipungkiri jika kedua negara adalah gudang pemain bertalenta yang bermental juara turnamen. Inggris sedikit diunggulkan lantaran The Three Lions (julukan Inggris) belum pernah kebobolan selama ajang Euro 2020.

Inggris menjadi satu-satunya tim yang gawangnya belum pernah kebobolan. Dari 3 kali penampilan awal di fase grup, skuad asuhan Gareth Southgate meraih 2 kali kemenangan dan sekali imbang. Inggris lolos sebagai juara Grup D usai menang 1-0 atas Kroasia, imbang 0-0 dengan Skotlandia, dan menang 1-0 atas Republik Ceko di laga terakhir.

Sementara Der Panzer (julukan Jerman), bersusah payah lolos ke babak 16 besar Piala Eropa 2020. Pada fase grup, Jerman kalah 0-1 dari Prancis, menang 4-2 dari Portugal dan imbang 2-2 dari Hongaria.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate tidak ingin sejarah buruk di Piala Eropa 1996 kembali terjadi. Pada babak semifinal Piala Eropa 25 tahun silam itu Gareth Southgate gagal mencetak gol di laga adu penalti atas Jerman.

Kata Gareth Southgate sejarah dapat diciptakan dan dia merasa para pemain Timnas Inggris saat ini menyukai tantangan tersebut, membuat sejarah kemenangan atas Jerman di Piala Eropa.

“Kami telah melihat bahwa sejarah dapat diciptakan dan saya pikir para pemain menyukai tantangan itu, dan kami harus melihatnya sebagai tantangan daripada takut akan hal itu. Saya pikir keberanian itulah yang kami pegang sebagai sebuah tim dan peluang yang ada, dan saya pikir begitulah cara para pemain melihatnya untuk pertandingan dengan Jerman,” ujar Gareth Southgate.

Menurut Gareth Southgate tim Inggris kali ini adalah tim yang berbeda dari tim lain dan dan mereka telah menulis banyak cerita baru sendiri selama empat tahun terakhir.

Lebih lanjut Gareth Southgate mengatakan bahwa sebagai tim, Timnas Inggris yang diasuhnya terlihat sangat kuat dalam bertahan, yang dalam turnamen merupakan faktor penting.

“Tidak ada yang bisa disembunyikan dari itu. Tentu saja, kami ingin sedikit lebih lancar (dalam mencetak gol) dan kami belum bisa mencapai itu, tapi saya pikir mungkin sebagian besar tim di turnamen merasakan hal yang sama tentang itu,” ujarnya.

Sementara jelang laga kontra Jerman, Southgate mengatakan bahwa dia tidak selalu berpikir bahwa pertandingan melawan Jerman lebih besar dari pertandingan Skotlandia, atau lebih besar dari pertandingan Kroasia di pertandingan pertama di turnamen.

Gelandang Inggris, Jordan Henderson mengklaim bahwa timnya memiliki mental yang lebih kuat pada helatan Euro 2020 kali ini. Pemain Liverpool itu pun yakin Inggris bisa melaju sejauh mungkin.

Berbeda dengan beberapa tahun ke belakang, Henderson menilai bahwa skuad Inggris kali ini memiliki mental bertanding yang jauh lebih bagus.

“Dalam sepak bola atau olahraga apa pun, kekuatan mental adalah bagian besar dari banyak hal dan saya merasa kami memiliki banyak pemain di skuad yang sangat kuat secara mental. Itu akan menjadi penting,” ujar Henderson.

Lebih lanjut, Henderson pun berharap bahwa meningkatnya mentalitas bermain Inggris ini bakal membuahkan hasil positif di babak penting turnamen akbar, dimulai dari laga melawan Jerman.

“Memenangkan adu penalti melawan Kolombia di Piala Dunia adalah hal yang besar. Jadi secara mental saya merasa kami telah meningkat selama beberapa tahun terakhir,” tutur Henderson.

Penyerang Jerman, Thomas Mueller tak risau Jerman terseok-seok di fase grup. Ia menilai Nationalelf terus berkembang untuk menjadi lebih baik.

Mueller menilai untuk menjadi juara di ajang ini sebuah tim tak harus tampil baik di semua laga. Ia mencontohkan Portugal yang menjuarai Piala Eropa 2016 meski tak meraih satu pun kemenangan fase grup.

“Anda selalu berharap bahwa sebuah tim yang nantinya akan memenangkan turnamen tampil impresif dan mendominasi setiap pertandingan. Namun, itu tidak mungkin saat ini,” ujar Mueller.

“Anda dapat melihatnya di grup lain, dan bahkan di turnamen sebelumnya Portugal baru memenangkan laga pertama di fase gugur,” sambungnya.

Pemain Timnas Jerman lainnya, Kai Havertz percaya diri dan berharap mampu merampungkan pertandingan dalam 90 menit, sehingga tidak perlu ada adu penalti.

Rekor Jerman dalam urusan adu penalti di turnamen besar cukup mengesankan. Jerman telah memenangkan setiap adu penalti di Piala Dunia yang mereka lakukan, serta dua dari tiga kali di Piala Eropa. Mereka hanya kalah satu kali di final Euro 1976 dari Cekoslowakia.

Jerman juga mengalahkan Inggris melalui adu penalti di Wembley pada semifinal Euro 1996, sebelum memenangkan mahkota Eropa ketiga mereka. “Kami akan memasuki pertandingan dengan keinginan memenangkannya selama 90 menit,” kata bintang Jerman, Kai Havertz.

“Tentu saja bisa adu penalti pada tahap ini, jadi kami harus bersiap. Jelas setelah latihan kami melakukan beberapa penalti untuk melihat siapa penendang penalti yang lebih baik,” imbuh Havertz.

“Tapi itu bukan masalah terbesar dari pertandingan. Selama 120 menit sebelum itu bisa jauh lebih penting dan memberi terlalu banyak tekanan pada diri sendiri (dengan penalti) rasanya tidak baik,” imbuh Havertz soal duel Timnas Jerman kontra Timnas Inggris. (int/*)