oleh

Satgas PON Sulsel Target Masuk 10 besar

Editor : Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kembali menggelar tes fisik dan psikotes untuk atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua yang ketiga dan akan berlangsung Selasa 29 Juni 2021 hingga Kamis 1 Juni 2021 mendatang di kantor Koni Sulsel, jl.Sultan Hasanuddin Makassar.

Ketua panitia test Syamsuddin Umar mengatakan, tes fisik dan psikotes ini merupakan tes terakhir dari rangkaian tes yang diselenggarakan sejak akhir tahun 2020 sebagai test pertama dan tes kedua di bulan Maret.

“Test ini dibulan juni ini menjadi penentu bagi atlet yang akan diloloskan sebagai atlet yang membela provinsi Sulsel,” katanya.

Dirinya menyebutkan, tahapan tes fisik dan psikotes ini tak jauh berbeda dari tahapan tes sebelumnya dimana atlet menjalani tes kesehatan di awal dengan memeriksakan kesehatan di ruang kesehatan oleh tim medis Koni Sulsel.

Meliputi indeks bahasa tubuh seperti pengukuran suhu tubuh, mengukur tekanan darah, berat dan tinggi badan. Usai itu, atlet menjalani tes kebugaran yang mengukur detak jantung dan denyut nadi menggunakan elektrodiagram.

“Test di ruang kesehatan ini diakhiri dengan pemeriksaan deformitas yakni mengukur kemampuan organ tubuh yang vital seperti lengan, siku, paha, lutut dan tungkai kaki,” lanjutnya.

Usai menjalani tes kesehatan dan psikotes, atlet diwajibkan menjalani tes tambahan di lantai dua dengan vertical jump yang mengukur kekuatan kaki yang dinilai dari kemampuan lompatan, medicine ball dengan gerakan melempar dan menangkap bola yang bertujuan meningkatkan kecerdasan kinestetik serta horizontal jump dan squat jump sebagai pengukur kekuatan otot perut, otot lengan, punggung dan lengan.

“Tahapan test diakhiri dengan tes fisik yang merupakan bentuk tes untuk mengukur kelincahan atlet. Dimana kelincahan atlet bertumpu pada gerakan cepat dan tepat dalam merubah arah yang dilakukan dengan cara bolak-balik yang bertujuan agar atlet dapat dengan mudah beradaptasi gerak tubuh arah lurus,” bebernya.

Mantan pelatih PSM Makassar ini mengungkapkan rangkaian tes ini menjadi penentu apakah atlet tersebut akan lolos di arena PON Papua akhir tahun ini atau tidak.

“tahapan yang telah berjalan ini akan kita lihat hasilnya pada hari terakhir tes di hari kamis lusa. Namun jika melihat hasil test hari ini (selasa) grafik kemampuan atlet menjalani tes mengalami peningkatan,” bebernya.

Jika 126 jumlah atlet yang tes memiliki kemampuan fisik yang bugar kata dia belum pasti sehat, begitu pula sebaliknya sehat belum tentu bugar. Tapi hasil bugar berarti atlet ini siap tempur.

Sementara Koordinator Satgas PON Papua Moh Roem optimis jika target Sulsel masuk dalam rangking 10 besar bisa terwujud.

“Kita berharap hasil tes ini menjadi acuan membentuk tim tangguh, test yang sudah berjalan sejak tahun lalu ini sudah memperlihatkan performa yang baik. Insya Allah, target 10 besar bisa diwujudkan.” harapnya. (*)