oleh

40 Negara Krisis Vaksin, Bagaimana Indonesia?

Any Ramadhani-Kesehatan-

JAKARTA, BACAPESAN.COM – Sebanyak 40 negara kini mengalami krisis vaksin COVID-19. World Health Organization (WHO) memberikan peringatan terkait ketersediaan vaksin tersebut. Gangguan produksi dan distribusi membuat kelangkaan vaksin. Ini terjadi pada negara-negara negara yang menerima vaksin melalui skema COVAX WHO.

“Kita melihat yang terjadi di negara-negara itu setiap hari. Dari 80 negara, lebih dari setengahnya telah kehabisan stok dan ingin vaksin tambahan. Tetapi kebutuhan yang diinginkan jauh lebih tinggi,” ujar penasehat senior WHO, Bruce Aylward, Selasa (22/6).

Beberapa negara mencoba membuat pengaturan alternatif untuk mengatasi hal tersebut. Termasuk membayar di atas nilai pasar untuk harga vaksin.

Negara yang mengalami kelangkaan vaksin antara lain, Bangladesh, Uganda, Zimbabwe, sera Trinidad dan Tobago. Mereka mengharapkan bantuan vaksin dari negara-negara produsen atau yang memiliki pasokan berlebih.

Sejumlah negara kaya sudah menyatakan komitmennya memberikan vaksin tambahan. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan Washington berencana untuk menyumbangkan 55 juta dosis vaksin.

Dari jumlah itu, 41 juta akan disumbangkan melalui COVAX. Sisanya diberikan secara multilateral. Salah satu penerimanya adalah Indonesia.

Selain AS, Inggris juga mengumumkan hal serupa. Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menyatakan London akan menyumbang setidaknya 100 juta vaksin ke negara-negara yang belum memiliki akses vaksin.

Dari 100 juta vaksin, 80 juta akan disumbangkan London ke program COVAX. Sisanya akan dibagikan secara bilateral dengan negara-negara yang membutuhkan.

Dari kelompok organisasi negara, kelompok negara kaya G7 dalam KTT pekan lalu menyatakan siap menyumbang 1 miliar dosis vaksin kepada negara-negara yang mengalami kelangkaan vaksin. (int/*)