oleh

Dukung Industri Smelter, PLN Siap Pasok Listrik 50 MVA ke Tiran Mineral

Any Ramadhani and Hikmah-Ekobis-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – PT PLN (Persero) melakukan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Daya 50 MVA Dengan Layanan khusus Business to Business dengan tarif premium platinum PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) dengan PT Tiran Mineral.

Komitmen tersebut dihadirkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) melalui pemenuhan kebutuhan listrik yang andal.

Kesepakatan ini ditandatangani oleh GM PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid dengan Direktur PT Tiran Mineral, disaksikan langsung Bupati Konawe Utara, Founder Tiran Group, dan secara daring oleh Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda dan Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun.

Dalam sambutannya, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda mengatakan, potensi nikel di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah sangat besar.

Melihat potensi tersebut, sesuai kebijakan pemerintah, nikel harus diolah melalui industri hilir supaya dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Industri smelter merupakan penghiliran nikel yang membutuhkan energi listrik yang besar. PLN sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kelistrikan, siap memenuhi kebutuhan tersebut. Terlebih lagi, Huda menambahkan, hasil penelusuran hingga akhir Juni 2021, potensi demand pelanggan besar atau smelter tercatat sebanyak 61 pelanggan dengan daya 7.184 MVA.

“Untuk meyalurkan daya listrik tersebut, PLN juga akan membangun 7.052 kms Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan 4.702 MVA Gardu Induk yang tersebar di seluruh Sulawesi. Saat ini, PLN sudah melayani 4 pelanggan smelter dengan total kapasitas 245 MW di seluruh Sulawesi,” katanya, Minggu (4/7).

Sejauh ini, sistem kelistrikan di Sulawesi mempunyai daya mampu sebesar 2.365 MW, dengan cadangan daya 602 MW. Komposisi pasokan dayatersebut 20,34 persen dipasok dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Sesuai dengan RUPTL 2021 2030, PLN akan menambah kapasitas pembangkit EBT sebesar 3.698 MW.

Sebelumnya, Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik Daya 50 MVA dengan Layanan Khusus Business To Business dimulai dengan Nota Kesepahaman antara PLN UIW Sulselrabar dengan PT Tiran Mineral tentang Jual Beli Tenaga Listrik tanggal 18 Februari 2021 di Makassar.

Huda menuturkan, proses pekerjaan konstruksi dalam rangka pemenuhan penyaluran tenaga listrik ke PT Tiran Mineral akan berlangsung selama 18 bulan.

“PLN memperkirakan penyaluran tenaga listrik tegangan tinggi kepada PT Tiran Mineral dengan daya tersambung sebesar 50 MVA pada Maret 2023,” tambahnya.

Tiran Group merupakan salah satu investor yang telah memberikan kontribusi besar di Konawe Utara. Grup bisnis dengan total 38 perusahaan di dalamnya, telah mengumpulkan dana senilai Rp1,8 triliun untuk membangun smelter di Konawe Utara. (*)