oleh

LAK Minta BPK Periksa Proyek Jalan Poros Sese

Editor : admin 1, Penulis : Sudirman-Berita, Daerah, Sulbar-

MAMUJU, BACAPESAN.CO Ketua Laskar Anti Koruksi (LAK), Sulawesi Barat Muslim Fatillah Azis meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sulbar dan Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sulbar serta Kejaksaan, untuk periksa hasil proyek pekerjaan di jalan ke lingkungan Sese kelurahan, Rangas, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Hal itu Ketua LAK Muslim Fatillah Azis menilai, bahwa ada dugaan praktek korupsi dalam proyek tersebut.

“Itu pekerjaan belum cukup setahun sudah rusak,saya menduga pekerjaan pengaspalan itu tidak sesuai dengan bistek,” Kata Muslim, Minggu (04/07/2021)

Muslim Fatillah Azis, menjelaska, bahwa fakta yang di temukan di lapangan memang kondisi aspal yang sangat tipis sehingga mudah retak dan lain sebagainya sehingga banyak tempelan untuk menutupi yang rusak itu.

Terpisah Warga Lingkungan Sese Utara pada tahun lalu juga mengkritik hasil pekerjaan tersebut karena ia menilai ketebalan aspal jalan tersebut sangat tipis sehingga menyebab badan jalan cepat rusak.

“Kita ini masyarakat maunya baik dan kuat, supaya jangan selalu di perbaiki. Bisaji, artinya tahun ini di kerja, lima tahun atau sepuluh tahun lagi baru diperbaiki,” kata salah satu warga beberapa waktu lalu.

Konfirmasi terpisah CV Dwin Mandiri Perkasa Rais mengatakan pekerjaan tersebut telah sesuai bistek. Hal itu di sampaikan Rais saat di temui.

“Itu sudah di PHO artinya pekerjaan di sudah sesuai aturan dalam kontrak, kalau memang pekerjaan tidak sesuai dengan bistek maka tidak mungkin pihak dinas terkait menerimanya,” kata Rais.

Lanjut “Mengenai ada kerusakan setelah di PHO kami akan melakukan perbaikan karena itu masih dalam masa pemeliharaan”, Jelasnya.

Sambung “Masa peliharaan masih ada pak sampai 16 Oktober 2021 di waktu ini tentu kami akan perbaiki kembali,” ungkapnya.

Sementara di konfirmasi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR kabupaten Asgar saat di hubungi melalui sambungan telphone Celulernya beberapa kali namun tidak di gubris. (*)