oleh

Tarung Bebas Pilkada Takalar

Editor : Any Ramadhani-Headline, Politik, Takalar-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Gelaran Pilkada Kabupaten Takalar 2024 diprediksi bakal seru. Pilkada yang seharusnya dilangsungkan 2022 itu menjadi arena tarung bebas tanpa adanya sang incumbent.

Petahana, Syamsari Kitta mengaku ingin naik kelas dengan mengincar kursi parlemen di DPR RI Senayan ketimbang bertarung di periode kedua.

Sejumlah nama disebut-sebut berpeluang maju bertarung. Diantaranya, Wakil Bupati Achmad Daeng Se’re, politisi PKB yang juga anggota DPRD Sulsel, Hengky Yasin, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mallarangan Tutu, anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar, Fahruddin Rangga, Ketua DPC Gerindra Takalar Indar Jaya, hingga kakak kandung Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Firdaus Daeng Manye.

Di DPRD Takalar, Golkar mengontrol empat kursi parlemen, Gerindra tiga kursi, sedang PKB dua kursi. Ambang batas pengusungan pasangan calon minimal 20 persen kursi parlemen, yaitu 6 kursi dari total 30 kursi.

Ketua MPW PKS, Mallarangan Tutu mengatakan, sebagai putra Takalar, dirinya siap maju bertarung.

“Sebagai orang Takalar dan kader partai harus siap. Bismillah,” katanya, Minggu (4/7/2021).

Saat ini, kata dia, pihaknya intens bersilaturahmi dengan masyarakat sebagai upaya menjaga suara saat maju di Pileg 2019 lalu. “Ada atau tidak ada petahana kita sudah siapkan strategi dan kita selalu optimis itu,” tegasnya.

Hal itu, kata dia telah dibuktikan oleh PKS saat menumbangkan Burhanuddin di Pilkada sebelumnya berkat usungan PKS dan NasDem. “Kita sudah buktikan dan kita mampu menumbangkan petahana (Burhanuddin-Haji Natsir Nojeng),” tuturnya.

Anggota DPRD Sulsel, Hengky Yasin menyatakan siap bertarung jika masyarakat Takalar memberikan dukungan. “Kita tunggu apa maunya masyarakat, kalau mereka meminta maju pastinya siap,” ujarnya.

Namun kata dia, pihaknya hingga belum melakukan sosialisasi lantaran Pilkada masih terbilang cukup lama. “Pilkada masih cukup lama. Saya belum melakukan sosialisasi, saat ini saya hanya fokus menjalankan amanah sebagai anggota DPRD,” kata Hangky Yasin.

Bahkan kata dia, pihaknya belum membentuk tim sebagai bakal calon kepala daerah. “Yang ada itu baru tim sukses saat maju caleg, belum ada yang berkaitan dengan Pilkada,” jelasnya.

Serius Maju Senayan, Syamsari Garap Selayar

Ketua DPW Partai Gelora Sulsel, Syamsari Kitta yang juga Bupati Takalar selama 2 hari melakukan kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dirinya mulai malakukan start lebih awal. Meskipun agenda Syamsari di Selayar selain konsolidasi dengan struktur dan kader DPD Partai Gelora Selayar, juga silaturahmi dengan keluarga besar warga Takalar yang berada di Selayar.

Kehadiran Syamsari di Selayar diduga terkait keseriuasan beliau untuk maju di Pemilihan Legislatif tahun 2024, dimana Selayar masuk dalam bagian Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel I untuk DPR RI.

“Kehadiran saya selama 2 hari di Selayar tentu untuk melakukan konsolidasi dengan teman-teman pengurus DPD Partai Gelora Selayar. Juga bertemu warga Takalar disana,” jelasnya, saat dikonfirmasi ulang, Minggu (4/7/2021).

Dia menegaskan, dirinya ingin mendengar perkembangan Partai Gelora di Selayar utamanya pencapaian target strategis partai yaitu pemenuhan struktur partai di desa dan rekrutmen keanggotaan partai.

“Kita juga ingin melihat sejauh mana kesiapan DPD dalam menghadapi verifikasi partai politik yang akan dilakukan oleh KPU pada tahun 2022,” kata Syamsari.

Dia menambahkan, pada Pilkada 2020 kemarin juga Partai Gelora menjadi bagian partai pendukung pasangan calon Basli Ali dan Saiful Arif. Dan pasangan ini memenangkan pilkada.

“Nah, saya berharap Partai Gelora membangun komunikasi yang intensif dengan Pak Bupati dan Pak Wabup. Partai Gelora harus ikut berkontribusi dalam mengawal pemerintahan untuk kemajuan dan kesejahteraan warga Selayar,” terang Syamsari.

Manager strategi dan operasional lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandi Sam menilai bahwa. Pernyataan dari Bupati Takalar, Syamsari Kitta terbilang mengejutkan.

Apalagi disampaikan saat dirinya masih menjabat sebagai kepala daerah dan masa jabatannya masih berlaku hingga tahun 2022. “Keputusan politik yang diumumkan oleh Syamsari Kitta tentu menimbulkan banyak pertanyaan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jikalau dikaitkan dengan agenda Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024 yang lebih dulu pelaksanaannya ketimbang Pilkada serentak, langkah politik Syamsari Kitta selaku ketua partai Gelora Sulsel sudah tepat.

“Partai Gelora butuh figur-figur calon legislatif yang mumpuni untuk bertarung mendulang suara. Misalnya di Dapil Sulsel I. Sebagai partai baru, strategi ini cukup jitu,” tuturnya.

Dia menuturkan, ada pertanyaan publik, karena pernyataan Syamsari Kitta tidak bisa dimaknai tunggal bahwa Ia menutup kans untuk bertarung di Pilkada Takalar tahun 2024.

“Kalaupun benar, maka hal itu akan menjadi prospek yang baik bagi figur-figur lain yang akan bertarung di Pilkada Takalar tahun 2024,” pungkasnya. (*)