oleh

Penunjukan Andi Ina Kartika Jadi Ketua Karang Taruna Sulsel Sah, Pengurus Nilai Karateker Bermuatan Politis

Any Ramadhani and Hikmah-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Penunjukan Andi Ina Kartika Sari sebagai Ketua baru Karang Taruna Sulsel menggantikan Farouk M Betta dinilai sebagai keputusan sah.

Keputusan tersebut berdasarkan SK kepengurusan periode 2016-2021 mengenai toleransi selama 6 bulan setelah pengurusan berakhir dengan menggelar temu karya/musyawarah.

Berdasarkan SK tersebut, pengurus Karang Taruna Sulsel periode 2016-2021 dan Karang Taruna di 24 kabupaten/kota telah menyepakati dan menunjuk Andi Ina Kartika Sari sebagai ketua dalam temu karya karang taruna se-Sulsel yang dilaksanakan pada tanggal 19-20 Juni di Hotel Aryaduta, Makassar lalu.

Dilain sisi, para pengurus PNKT menyayangkan penunjukan Budhy Setiawan sebagai karateker, terlebih karena sebelumnya pembentukan kepanitiaan baru yang diinisiasi oleh Budhy Setiawan dengan temu karya daerah (TKD) Sulawesi Selatan setelah kepengurusan Farouk M Betta dinyatakan demisioner, tidak sesuai Permensos dan AD-ART Karang Taruna.

“Kami menilai karateker yang dibentuk oleh PNKT itu cacat administrasi,” tegas Koordinator steering Temu Karya VIII Karang Taruna Sulsel, Zaenal Arifin dalam keterangan persnya, Selasa (6/7).

Menurut Zaenal, karateker yang dibentuk PNKT sangat politis tanpa merujuk pada SK kepengurusan sebelumnya.

“Karena SKnya berakhir pada Februari 2021 maka dengan itu kami melaksanakan temu karya dengan menyepakati seluruh pengurus di daerah untuk memilih Ibu Andi Ina Kartika sebagai Ketua baru Karang Taruna Sulsel,” pungkas Zaenal

“Mohon karang taruna jangan ditarik ke politik praktis sebab ini adalah organisasi sosial yang dikukuhkan oleh Gubernur Sulsel dan sangat melekat pada kementerian sosial,” imbuhnya. (*)