oleh

Kajari Takalar Warning Kepsek Gunakan Dana Bos Sesuai Juknis

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM- Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar melaksanakan Dialog Virtual dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar dengan tema “Kawal Dana Bos dan dana DAK Tahun 202,” di ruang Aula Kejari Takalar, Rabu (07/07).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Salahuddin, Inspektur Inspektorat Takalar, Yahe, S.Sos, yang diwakili oleh Irban II Inspektorat, Parawangsa, Ketua PGRI Takalar, Drs. H. Muh. Ali, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, Drs. Irwan sebagai pemateri dan diikuti 166 para Kepala SD dan SMP Kabupaten Takalar.

Kajari Takalar, Salahuddin mengatakan, kegiatan ini kami lakukan dalam rangka menjelang Hari Bhaķti Adhyaksa (HBA) Ke-61 tahun 2021. Kenapa kami lakukan secara virtual karena mengingat kondisi sekarang masa pandemi corona sehingga kita tetap melaksanakan kegiatan ini yang dikemas dalam Dialog Virtual.

“Mari kita mengawal penggunaan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus( DAK) tahun 2021. Dimana kita ketahui bersama bahwa penggunaan Dana Bos bukan hanya Inspektorat, Ketua PGRI dan Kejaksaan untuk mengawal dana BOS akan tetapi Kepala Sekolah juga harus mengawal dana BOS,” ungkap Salahuddin saat membawakan materi.

Salahuddin juga warning Kepala Sekolah (Kepsek) agar pengelolaan Dana BOS digunakan sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis), dan digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana Bos.

“Jangan keluar dari rel yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, mari kita manfaatkan Dana BOS sesuai dengan peruntukannya demi untuk meningkatkan kwalitas anak didik kita yang ada di Sekolah, tegas Salahuddin.

“Kita ketahui bersama tujuan utama penegakan hukum adalah untuk mewujudkan adanya rasa keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan dalam masyarakat. Dan kalau tidak memberikan manfaat berarti tujuan hukumnya tidak tercapai. Sehingga saya menegaskan bahwa penegak hukum harus hadir di tengah tengah masayarakat,” tutup Salahuddin.

Salahuddin juga menyampaikan bahwa saat ini Kejaksaan memiliki program Jaksa masuk sekolah yang merupakan program sudah lama yang terus berkelanjutan. Namun dimasa pandemi sekarang tidak bisa melakukan tatap mata, akan tetapi kita akan laksanakan melalui virtual seperti pada dialog virtual hari ini.

Selain itu, saya juga mengajak para Kepala Sekolah dan guru untuk bisa sosialisasikan Kampung Tangguh anti Narkoba di Sekolahnya masing masing. Sebab, ini merupakan program yang diluncurkan oleh Kapolri. Dimana diketahui saat ini presantase dari pengguna Narkoba di Takalar rata rata anak remaja yang masih duduk di bangku Sekolah, pinta Salahuddin. (*)