oleh

Perusahaan Rental Diduga Dominasi Pemenang Tender Proyek di Takalar

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Ady-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.CO– Ditengah hiruk pikuk proses tender atau lelang sejumlah paket pekerjaan di Takalar, muncul dugaan bahwa perusahaan luar Takalar justeru lebih dominan memenangkan lelang.

“Jika diteliti secara mendalam, ternyata perusahaan yang menang tender di Takalar diduga disewa oleh para agen agen proyek dari luar Takalar,” kata Ketua Lankoras-Ham Sulsel, Muhkawas Rasyid, Kamis (8/7/2021).

Itu sebabnya kata Mukhawas, jangan heran jika membuka LPSE Takalar, pada laman tersebut diumumkan paket paket yang akan dilelang di atas Rp3 miliar dan itu dimenangkan perusahaan dari luar Takalar.

“Jika kita pelajari secara mendetail, perusahaan yang menang tender rata rata tidak jujur dalam memberikan data dengan benar. Padahal jika diketahui data yang disampaikan tidak benar, maka perusahaan tersebut terancam masuk daftar hitam selama 1 tahun anggaran,” ungkap dia.

Sebab, seluruh penyedia jasa sudah mengikat diri dengan fakta integritas yang wajib dijalankan dengan sesungguhnya. Jika melanggar, maka penyedia jasa tersebut siap menanggung konsekwensi hukum yang ditimbulkan oleh perbuatannya,” jelas dia.

Ia pun menilai, Pokja pemilihan ULP Takalar diduga tidak bekerja profesional dan tidak amanah, menjalankan undang- undang dan aturan pengadaan barang dan jasa.

“Pokja pemilihan belum mampu memilih penyedia jasa yang kualifaid. Ini terbukti para pemenang tender umumnya diduga tidak lulus kulaifikasi tapi tetap saja dimenangkan,” ujarnya lagi.

Sebagai contoh CV Zahra, perusahaan lokal dari Kabupaten Gowa ini, diduga belum menyelesaikan sejumlah pengerjaan sumur bor nya di beberapa desa dan kelurahan di Takalar tapi tetap saja dimenangkan pada paket pembangunan atap kantor Bupati Takalar yang nilainya mencapai Rp1,3 miliar.

“CV Zahra diduga tidak lulus evaluasi dokumen lelang karena pada kolom isian kualifikasi tidak melaporkan pekerjaan yang sedang dikerjakan, dan sangat aneh kalau Pokja tidak mengetahui bahwa CV Zahra sementara mengerjakan pekerjaan sumur bor di Takalar,” kata Mukhawas. (*)