oleh

Proyek Jalan Diduga Dikerja Asal-asalan, Warga Minta Kadis Nakertrans Sulsel Berkunjung ke Pulau Tanakeke

Any Ramadhani and Supahrin-Headline, Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Puluhan Warga Kepulauan Tanekeke meminta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulsel untuk segera berkunjung ke proyek pembangunan jalan dan talud di Dusun Dande Dandere, Desa Maccini Baji, Kecamatan Kepulauan Tanakeke.

“Kami meminta kepada Kadis Nakertrans Sulsel untuk segera berkunjung ke lokasi proyek, supaya dia yang melihat langsung kondisi pengerjaan proyek tersebut dan mendengar keluhan warga. Jangan PPK, Asni yang disuruh datang, sebab susah berkomunikasi dengan warga,” keluh warga setempat, Zainuddin Nakku, Senin (12/07).

Lebih lanjut dikatakan Zainuddin, pihaknya siap antar jemput Kadis Nakertrans Sulsel untuk menyebrang ke Pulau Tanakeke, apabila berkunjung ke Pulau Tanakeke.

Menurut Zainuddin Nakku, proyek ini dinilai tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dimana campuran material tak seimbang. Belum lagi, galiannya tidak rata sehingga diduga pengerjaannya asal-asalan.

Selain itu, perencanaannya kurang mantap, seharusnya dihitung hempasan air laut pada struktur pondasinya. Kemudian saluran airnya yang dulu bebas keluar masuk kapal dan sekarang tidak bisa lagi dilewati dibawanya. Sebab, itu salurannya terlalu rendah.

“Kami selaku warga Tanakeke, barusan melihat proyek pengerjaannya begitu. Dimana talud yang dibangun tidak napasangi semua paving, masih ada sekitar kurang lebih 100 meter yang belum dipasangi peving,” kesal Zainuddin Nakku.

Sehingga Zainuddin Nakku menilai proyek tersebut tak bakal lama dinikmati masyarakat dan akan menimbulkan Kerugian Negara yang tidak sedikit, serta manfaatnya bagi masyarakat tidak bisa melewati salurannya dikarenakan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Padahal, proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp1,5 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 yang dikelola Satuan Kerja (Satker) Ditjen PKP2Trans Dinas Nakertrans Sulsel,” tambah Zainuddin Nakku.

Ia berharap, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel melakukan audit terhadap proyek tersebut. Sebab, pelaksanan kegiatan terkesan mengerjakan proyek yang dimenangkan CV. Ameru asal jadi tanpa memimikirkan kualitas pekerjaan.

Hal itu terlihat dengan campuran bahan material yang dinilai tidak seimbang sehingga proyek tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama. Karena sekarang ini sudah ada beberapa titik yang sudah mulai rusak.

“Kami menduga bahwa pihak Kontraktor membangun konspirasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang sekaligus menjabat Sebagai Kepala Bidang Transmigrasi Provinsi Sulsel,” tuding Zainuddin Nakku.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Asni belum berhasil dikonfirmasi sampai berita ini ditayangkan. (*)