oleh

Muzayyin Arif Ungkap Suka Duka Mengelola Pesantren

Lukman Maddu-Maros, Politik-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Konsentrasi Muzayyin Arif sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel tidak membuatnya melepas tanggung jawab sebagai pimpinan pesantren yang membesarkannya. Dia selalu menyempatkan waktu mengurus Pesantren Darul Istiqamah di Maccopa, Kabupaten Maros.

Pria 39 tahun itu adalah dewan pembina Yayasan Darul Istiqamah. Berdua dengan ayahnya, KH Arif Marzuki, pelanjut sang pendiri KH Marzuki Hasan yang merintis pesantren pada 1970 (yayasannya berdiri setahun sebelumnya).

“Saya sudah cukup lama terlibat di pesantren, sudah 10 tahunan,” ucapnya, Selasa, 13 Juli 2021.

Alumni Universitas Islam Jakarta itu menyebut keterlibatannya sebagai keterpanggilan untuk menjadikan Darul Istiqamah semakin kuat dan berkembang dalam bidang pendidikan dan dakwah.

Sepanjang ditunjuk sebagai pimpinan kemudian pembina, Muzayyin mengaku tak pernah beririsan dengan abahnya. Dia memposisikan diri secara profesional sebagai perwakilan dari belasan bersaudara, tetapi menaruh hormat yang sedemikian besar kepada orang tua.

“Saya selalu jadikan orang tua, abah dan ummi sebagai rujukan dalam setiap tindakan. Semua keputusan yang saya ambil atas nama lembaga dipastikan atas restu dan bahkan instruksi beliau,” tambahnya.

Muzayyin mencontohkan program transformasi pesantren menjadi lebih modern, menyesuaikan diri dengan zaman. Pembenahan kurikulum dan sebagainya, kemudian pengembangan unit-unit bisnis untuk membuat lembaga menjadi mandiri, hingga penataan kawasan permukiman warga kawasan pesantren disebutnya atas persetujuan abah.

Saat merencanakan kawasan perumahan komersial, yayasan menggandeng pengembang profesional. KH Arif Marzuki yang merupakan pembina utama yayasan sendiri yang menandatangani nota kesepahaman dengan pengembang, beberapa tahun lalu.