oleh

Modus Barang Titipan, Otak Pelaku Distributor Rokok dan Miras Ilegal Kebal Hukum

Any Ramadhani and Hikmah-Berita, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan mengalami kesulitan menindaki pelaku pendistribusian barang ilegal.

Pasalnya, barang milik negara berupa rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal yang dikenai cukai selama tahun 2020 tersebut tidak didistribusikan secara langsung.

Kepala Kantor Wilayah DJBC sulawesi Bagian Selatan, Parjiya mengatakan, sangat sulit menemukan otak dari distributor barang ilegal tersebut.

“Ini adalah barang bukti yang merupakan temuan di tahun 2020. Yang mana ada yang ditindak di level penjualan eceran dan distributor bahkan ada yang di tindak di agennya,” ujar Parjiya dalam pemusnahan barang sitaan cukai, Kamis (15/7/2021).

Namun pada proses penindakan hukumnya, Parjiya mengaku kesulitan lantaran otak pelaku pendistribusian barang ilegal ini tak teridentifikasi.

“Sebagian besar tersangka tidak dikenal karena berada di pulau Jawa. Agen atau distributor hanya dititipi dan sulit menemukan otak pelaku,” ucapnya

Bahkan kata dia, pihaknya telah melakukan berbagai cara agar pelaku yang mendistribusikan 13, 6 juta batang dengan potensi kerugian Rp6,54 Milyar, serta miras dengan jumlah 3507 botol yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp 113,1 juta tersebut tak terlepas dari jeratan hukum.

“Bahkan dengan cara apapun pernah kita lakukan dan hingga saat ini pelaku tidak muncul, maka kita putuskan ini menjadi barang tidak di kuasai. Dan ditetapkan sebagai barang milik negara dan sesuai hukum barang tersebut harus dimusnahkan,” pungkas Parjiya. (*)