oleh

Bupati Gowa: Tak Ada Tolerir Tindak Kekerasan

Editor : Any Ramadhani-Berita, Gowa, Headline-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tengah diberlakukan di sejumlah daerah di Sulsel.

Pengetatan PPKM paling terasa di Makassar dan Gowa. Meski demikian aparat pengamanan diminta tak arogan dan tetap humanis dalam menertibkan pelaku usaha yang melanggar.

Peristiwa arogan dipertontonkan salah satu anggota tim pengawasan PPKM Mikro Kabupaten Gowa yang melakukan pemantauan aktivitas malam kepada salah satu pemilik warkop di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Rabu (14/7) malam kemarin.

Seorang personel Satpol PP diduga melakukan penganiayaan terhadap pemilik warkop yang merupakan pasangan suami istri.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku, menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP saat melakukan penertiban.

“Saya menyesalkan dan tidak akan mentolerir kejadian tersebut dan menyerahkan kasus itu untuk ditindak lanjuti pihak kepolisian,” ujar Adnan dalam keterangan resminya, Kamis (15/7).

Menurut Adnan, tindakan ini tidak bisa di tolerir. Apalagi, kata dia, sejak dimulainya penertiban penerapan PPKM dirinya selalu meminta kepada seluruh petugas agar mengedepankan sikap humanis tapi tetap tegas.

“Apapun yang berkaitan dengan kekerasan, tidak dapat dibenarkan. Segala tindakan yang tidak sesuai SOP penertiban tak akan saya tolerir. Di masa sulit seperti ini, semua mesti menahan diri dan bekerjasama,” tegas Adnan.

Selain itu, orang nomor satu di Gowa ini mengaku sudah meminta Inspektorat untuk menindaklanjuti kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Kabupaten Gowa ini.

“Saya tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan apalagi itu dilakukan oleh perangkat pemerintahan. Sejak video ini beredar semalam, saya sudah instruksikan inspektorat untuk menindak lanjuti,” tambahnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro menyampaikan permohonan maaf atas insiden kekerasan yang dilakukan oknum Satpol saat melakukan patroli PPKM malam ke-enam di salah satu Warkop di Panciro.

Alimuddin mengaku menyayangkan insiden tersebut. Pasalnya Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan selalu mengingatkan aparat dan SKPD-nya untuk bertindak profesional dan humanis disegala kesempatan.

“Pertama-tama kami atas nama pemerintah dan Satpol PP menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada korban,” ungkapnya, Kamis (15/7).

“Kondisi yang terjadi di lapangan sudah tidak sesuai degan instruksi pimpinan kami Bupati Gowa. Apalagi pak bupati kita selalu menyampaikan baik dikesempatan Coffe Morning dan Apel Siaga kepada SKPD agar profesional dan humanis dalam bekerja. Apa yang terjadi di lapangan betul-betul diluar perkiraan kami,” lanjutnya.

Dikatakan Alimuddin, dirinya akan bekerjasama dengan pihak penyidik, pasalnya saat ini korban diketahui telah melapor ke pihak kepolisian dan melakukan visum di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gowa.

“Korban sudah melapor ke Polres dan kita semua sama-sama melihat memang ada kekerasan, namun akan kita dalami ,” jelasnya.

Olehnya dirinya menyampaikan, pihaknya akan melakukan rapat internal dan memeriksa oknum terkait dan jika terbukti maka pasti ada sanksi yang akan diberikan.

Pada kesempatan itu, dirinya juga meminta dukungan masyarakat untuk menyukseskan PPKM Mikro ini yang akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli mendatang.

“PPKM ini merupakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Gowa agar pandemi Covid-19 ini cepat berakhir. Olehnya itu mari dukung PPKM ini agar kita bisa beraktivitas seperti biasa,” harapnya.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Kamsina juga menyayangkan aksi salah satu anggota tim pengawasan PPKM.

“Kami tidak menyangka dalam pengawasan yang saya pimpin semalam itu ada miskomunikasi antara anggota Satpol PP dengan pemilik warkop yang kami singgahi saat di cek aktivitas malamnya. Sehingga menyebabkan adanya insiden keributan,” katanya.

Ia pun menjelaskan, awalnya dirinya bersama tim turun melakukan patroli ke arah Kecamatan Pallangga dan Bajeng untuk menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat bahwa banyak pelaku usaha yang masih berjualan (makan-minum di tempat) di sekitar wilayah tersebut di atas jam 19.00 Wita. Sementara dalam aturannya hanya boleh berjualan atau menerima makan-minum ditempat hingga pukul 19.00 Wita.

Selanjutnya, dalam perjalanan menuju daerah Pallangga dan Bajeng, dirinya dan tim mendengar adanya keributan yang berasal dari suara musik di salah satu warung kopi.

“Sampai di depan Kantor Desa Panciro, kita berhenti karena mendengar suara musik besar dari salah satu warkop,” kata Kamsina.

Setelah mendengar suara musik tersebut tim lalu masuk ke warung kopi yang kebetulan pintunya masih terbuka. Tim pun yang dipimpin langsung Pj Sekda Gowa itu langsung memasuki usaha tersebut dan menemui pemiliknya untuk menyampaikan agar mengecilkan volume musik yang ditakutkan akan menganggu masyarakat sekitar atau mengundang pengunjung datang.

“Jadi kita masuk, Alhamdulillah menyampaikan kepada pemilik warkop dengan sopan, kalau bisa suara musiknya dikecilkan atau dimatikan saja. Karena ini akan mengundang orang untuk datang,” lanjut Kamsina.

Selain itu, dirinya juga bersama tim meminta pemilik warung kopi untuk menutup pintu karena sudah di atas pukul 20.00 Wita. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Gowa terkait perpanjangan PPKM Mikro.

“Kalau kita mengarah ke surat edaran ini artinya ini melanggar karena masih buka di atas jam 7 malam. Apalagi disertai dengan suara musik yang besar. Inikan bisa mengundang dan memancing orang datang,” ujarnya.

Kepala Inspektorat Gowa menambahkan, setelah memberikan penjelasan kepada pemilik warung kopi, dirinya bersama tim pun langsung meninggalkan usaha tersebut. Hanya saja salah satu petugas masuk kembali untuk mempertanyakan izin operasi warung kopi tersebut.

Di saat itulah mulai terjadi miskomunikasi yang menyebabkan keributan antara petugas dan pemilik warung kopi.

“Kalau terkait insiden ini mungkin karena kesalahpahaman antara pemilik dan petugas kami sehingga sama-sama emosi dan menimbulkan keributan. Karena kita mulai awal di sana bicara sopan. Saya berharap insiden ini tidak terulang lagi,” akunya. (*)