oleh

Dukung Program Merdeka Belajar, LLDIKTI Wilayah IX Kirim 37 Duta Merdeka Belajar

Any Ramadhani and Hikmah-Edukasi, Kampus-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara ikut mendukung penerapan program merdeka belajar yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim.

Program yang bertujuan menghadirkan kemerdekaan dan kebahagiaan memperoleh pendidikan bagi mahasiswa tersebut dinilai menjadi wadah untuk memupuk potensi besar yang dimiliki anak muda Indonesia.

Lewat program ini, dukungan LLDIKTI wilayah IX mengalir karena kehadiran seleksi Duta Mahasiswa Merdeka Belajar. Pada ajang tersebut, LLDIKTI Wilayah lX berhasil mengirimkan sebanyak 37 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

“Saya mengapresiasi Perguruan tinggi yang ikut mengirimkan perwakilan mahasiswa dalam pemilihan Duta Merdeka Belajar ini. Apalagi waktu yang diberikan hanya dua hari dan 37 perguruan tinggi dari tiga provinsi yakni Sulsel slSelatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat telah mengirimkan masing masing perwakilannya,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah lX, Prof.Dr.Jasruddin M. Si, Jumat (16/7/2021).

Yang membanggakan kata Prof Jasruddin, 37 kandidat ini paham betul mengenai merdeka belajar, “Menariknya, meski Perguruan tinggi mengirimkan perwakilan mendadak, namun pemahaman mahasiswa terhadap merdeka belajar sangat besar,” pungkasnya.

“Alasan yang mereka kemukakan juga sangat menarik dan nasionalis. Misalnya bagaimana mereka bisa berproses di berbagai tempat untuk membangun diri mereka masa depan dan negara. Ini mengindikasikan mereka memikirkan perkembangan karir mereka dan juga tingginya rasa nasionalisme yang dimiliki,” beber Prof Jasruddin.

Hanya saja kata Prof Jasruddin, dirinya menggarisbawahi kemampuan bahasa asing dalam hal ini bahasa Inggris mahasiswa yang masih minim. Dia mengungkapkan, dari 37 peserta perwakilan masing masing kampus, hanya sekitar 4 persen yang memiliki kemampuan bahasa Inggris.

“Ada masalah yang di garis bawahi, dari keseluruhan perwakilan Duta Merdeka Balajar, hanya 10 persen yang bisa bahasa Inggris, sekitar 4 persen fasih bahasa Inggris dan fenomenanya sekitar 70 persen paham bahasa Inggris hanya paham dari segi speaking,” pungkasnya.

Meski demikian dirinya berharap kegiatan ini dapat sukses dan terus berkelanjutan.

“Tahun ini mungkin belum maksimal karena terkendala waktu, namun harapannya dikemudian hari dapat terlaksana dengan baik. Nantinya kami akan memberikan apresiasi berupa Sertifikat bagi para duta yang kita harapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk mendapatkan beasiswa,” harapnya. (*)