oleh

Gempur Gelar Aksi Unjuk Rasa Tuntut Kadis PUPR Pinrang di Copot

Editor : admin 1, Penulis : Amran-Berita, Daerah, Pinrang-

PINRANG, BACAPESAN.COM – Gerakan Mahasiswa Pinrang Utara (GEMPUR) menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan Kasus Korupsi yang diduga dilakukan oleh Instansi Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pinrang dan korporasi pemenang tender bertempat di Taman Lasinrang, Kabupaten Pinrang, Kamis (15/7/2021).

Massa GEMPUR melakukan longmarch dari masjid Al-Munawir, Taman Lasinrang, Polres dan kejari pinrang dengan membawa grand isu “Copot Kadis PUPR, Periksa dan Tangkap Pemenang Tender PT. ALF Yang diduga Melakukan Penyelewengan Anggaran”.

Haidir Ali, selaku jendral lapangan mengatakan dalam orasinya,bahwa, supremasi hukum di Kabupaten Pinrang lemah, sebab tidak diwujudkan sebagaimana mestinya.

Ia menilai, saat ini banyak sekali ketimpangan,bahkan sampai pada kemandekan kasus-kasus korupsi yang belum jelas statusnya di tubuh penegak hukum yang ada di Kabupaten Pinrang.

“Investigasi yang kami lakukan dilapangan, terkait proyek realisasi belanja jalan, irigasi dan jaringan senilai Rp. 460.000.000,00 Dinas PUPR Kab. Pinrang 2019 yang di tender oleh PT. ALF yang tak kunjung jelas statusnya dan masih mandek sampai saat ini” ujar dia dalam orasinya.

Ia menambahhkan bahwa, adapun Proyek peningkatan ruas jalan bungi-rajang yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan Pagu Rp. 4.000.000.000,00 Dan HPS RP 3.999.990.862,93 yang ditender oleh CV. Mulia Trans Marga dari Instansi PUPR Kab. Pinrang.

Proyek tersebut diduga ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh pihak PUPR Kabupaten Pinrang dengan pemenang tender,pasalnya realisasinya tidak sesuai dengan PAGU yang ada dengan ketebalan aspal yang sangat tipis sesuai hasil investigasi kawan-kawan.

“sehingga kami dari GEMPUR meminta penegak hukum dalam hal ini Polres Dan Kejari Kab. Pinrang untuk melakukan pemeriksaan terkait indikasi pengerjaan jalan yang tidak sesuai menurut kami secara kelembagaan” ungkap gonrong nama lapangannya.

“kami juga meminta kepada bupati pinrang untuk mencopot kadis PUPR dan mempertanggung jawabkan kelakuannya yang jelas-jelas akan menjadi virus buruk dikota lasinrang dan akan menindaklanjuti ke polda, kejati sulsel ketika penegak hukum di kabupaten pinrang tidak mampu menyelesaikan” tegas jendral lapangan.

Adapun Tuntutan (GEMPUR) sebagai berikut:

1. Copot Kadis PUPR, Periksa Dan Tangkap Pemenang Tender PT ALF Yang Melakukan Penyelewangan Anggaran.

2. Mendesak Polres Dan Kejari Kabupaten Pinrang untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek peningkatan jalan ruas bungin-rajang.

3. Meminta Penegak Hukum mempercepat Proses Penanganan Kasus Tindak Pidana Korupsi Di Kab. Pinrang.

4. Wujudkan supremasi hukum di kabupaten pinrang meminta penegak hukum menyelesaikan semua kasus korupsi yang mandek di Kabupaten Pinrang. (*)