oleh

Oknum Satpol PP Bulukumba Diduga Lakukan Pemerasan ke Masyarakat

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Ady-Bulukumba-

BULUKUMBA, BACAPESAN.COM – Oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, diduga melakukan pemerasan kepada salah satu masyarakat.

Hal itu diungkapkan korban, inisial AR (25 tahun), Rabu (21/7/2021). Ia membeberkan, saat itu pada tanggal 14 Juli 2021, dia berada di Wisma Cendana dengan tujuan ingin bertemu temannya dan menunggu temannya di salah satu kamar. Namun, selang beberapa menit, secara kebetulan dia disergap oleh beberapa petugas Satpol PP dan dibawa menuju Kantor Satpol PP Bulukumba.

“Saya langsung dibawa menuju Kantor Satpol PP. Ditengah perjalanan, saya diajak bernegosiasi dan oknum tersebut menyuruh saya melakukan pembayaran senilai Rp1,5 juta dengan iming-iming tetap menjaga privasi saya. Karena saya tidak menyanggupi nominal tersebut, petugas tetap ngotot bernegosisasi dengan kami. Pada akhirnya saya hanya menyanggupi Rp200 ribu, tapi oknum satpol tersebut berkilah, ‘masa cuma segitu ucapan terima kasih ta baru mauki dilindungi,’ ucap AR menirukan kata oknum petugas Satpol PP.

Lanjut dia, Oknum Petugas tersebut tetap memaksa untuk melakukan pembayaran dengan dalih bakal ditandatangani oleh Kasatpol PP Bulukumba.

“Dia bilang, ‘cepat maki mumpung Ada Pak Kasat di depan untuk tandatangani perjanjian’. Saya pun menyetujui nominal Rp500 ribu yang diminta oknum petugas, dibawah tekanan. Namun mereka tidak ingin bertransaksi di dalam kantor, melainkan di luar kantor,” lanjutnya.

AR melanjutkan, akhirnya menyetujui transaksi tersebut dan dianggap sudah selesai. Namun beberapa hari kemudian, oknum Satpol PP tersebut kembali menghubunginya untuk bertemu di luar.

“Saya diajak ketemu seorang diri, tanpa teman. Saya pikir sudah selesai, ternyata diluar dugaan saya. Privasi saya tetap dibocorkan dan saya merasa dirugikan dalam hal ini, baik secara materil maupun moril,” kata AR.

Sementara, Kasatpol PP Bulukumba, Andi Baso Bintang saat dikonfirmasi terkait kasus ini, cenderung tidak tahu-menahu.

“Nanti saya tanyakan dulu sama personel yang bersangkutan,” ujarnya, beberapa waktu lalu. (*)