oleh

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa, Kejari Takalar Ungkap Kinerja Januari-Juli

Editor : Any Ramadhani, Penulis : Supahrin-Takalar-

TAKALAR, BACAPESAN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61, Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar melaksanan upacara secara virtual, di Kantor Kejaksaan Negeri Takalar, Kamis (22/07).

Setelah upacara virtual, Kajari Takalar, Salahuddin menggelar press release terkait kinerja Kejaksaan Negeri Takalar, terhitung bulan Januari sampai Juli 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Takalar, Salahuddin menyampaikan keberhasilanya selama ini di Kejaksaan Negeri Takalar.

Seperti, telah berhasil melakukan pemulihan kerugian negara Rp304.911.110, untuk perjalanan Dinas DPRD Takalar tahun 2020 dan Pemiliharaan jalan Hotmix di Dinas PU tahun 2019.

Juga pemulihan Aset berupa uang Rp601.301.680 dan pemulihan Aset barang, yakni 11 motor Dinas dan 5 mobil Dinas milik Pemerintah Kabupaten Takalar yang sebelumnya dikuasai oleh mantan pejabat dan keluarga pejabat di Kabupaten Takalar.

Selain itu, pemulihan keuangan Negara senilai Rp221.491.716,38 untuk tiga perkara yakni Desa Lassang barat tahun 2019, rehabilitasi ruang pola Kantor Bupati Takalar tahun 2019 dan pemulihan tahap eksekusi, ungkap Salahuddin, Kamis (22/07).

Salahuddin, menambahkan, pihkanya juga telah memiliki Aplikasi Bangun Sinergitas (Bang Sinaga) yang digunakan untuk penanganan kasus Pidana Umum (Pidum) melalui sarana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kehadiran Bang Sinaga ini, merupakan inovasi kami di Kejari Takalar. Sebab aplikasi ini, untuk mendukung pentingnya percepatan penanganan perkara dengan metode kerja Cepat, Gesit dan Agresif (Ceger) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, bekerja kapanpun dan di manapun, melayani sepenuh hati tanpa kenal batas waktu,” ucapnya.

Salahuddin menyampaikan beberapa keunggulan dari aplikasi bang sinaga, yakni penerimaan d pengiriman administrasi Penyidikan dan Pra Penuntutan bersifat “paper less”, yang artinya Penyidik tidak perlu lagi datang langsung ke Kejaksaan Negeri Takalar untuk memenuhi administrasi penyidikannya, cukup dengan Penyidik mengirimkan administrasi penyidikan melalui aplikasi “bang sinaga” lalu tunggu pihak Kejaksaan Negeri Takalar menyelesaikan permohonan
administrasi tersebut dan pihak Penyidik akan menerima “notifikasi”.

“Dapat diakses kapan saja dan dimana saja serta dapat berjalan di semua Operating System
Computer dan semua platform Operating System Smartphone karena berbasis web based,” kata dia.

Koordinasi penanganan perkara melalui virtual, dimana aplikasi bang sinaga dilengkapi vitur aplikasi chatting antara Penyidik dengan Penuntut Umum, guna percepatan penanganan perkara, yang isi dari chatting tersebut secara otomatis akan termuat di dalam draft Berita Acara Konsultasi dan Koordinasi antara Penyidik dan Penuntut Umum lalu
dapat di download oleh Penuntut Umum.

Mendukung program pemerintah yang saat ini menerapkan status Pandemi Covid 19, sehingga pertemuan antara Penyidik dengan Penuntut Umum hanya pada saat pelimpahan tersangka dan barang bukti atau pada saat Tahap II.

“Penyidik dapat memonitor penanganan perkaranya sampai dengan putusan, oleh karena di dalam aplikasi ini tersedia menu putusan pengadilan, sehingga dengan mudah Penyidik mendapatkan petikan atau salinan putusan yang dilimpahkan ke Kejaksaan. Kemudian tingkat keamanan yang tinggi aplikasi bang sinaga karena masing-masing user memiliki password,” jelas Salahuddin.

Selain dari aplikasi Bang Sinaga, pihaknya juga telah memiliki program Jaksa Milik Takalar (Jamila) yang akan hadir ditengah tengah masyarakat dan di Desa dengan tujuan untuk memberikan penyuluhan hukum, memberikan
Penerangan hukum dan menyelesaikan pemetaan masalah yang ada di dusun dan Desa se Kabupaten Takalar.

“Kami mengajak kepada para Kepala Desa untuk memanfaatkan Jamila di Desanya. Jamila ini akan mendatangai masyarakat dan Kepala Desa apabila dibutuhkan dan kemudian si Jamila ini memberikan pelayanan secara gratis,” tutup Salahuddin. (*)