oleh

Peringati HBA, Kejari Tator Rilis Kasus yang Ditangani

Any Ramadhani and Cherly-Tana Toraja, Toraja Utara-

TANA TORAJA, BACAPESAN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Adiyaksa (HBA) ke-61, Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Tana Toraja, usai upacara HUT HBA secara virtual, menggelar rilis kasus yang ditangani sejak Januari hingga Juli 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tator, Jefri P. Makapedua didampingi Kasi Pidsus, Kasi Datun, Kasi Intel, Ariel Denny Pasangkin di kantor Kejari Tator, Kamis, 22 Juli 202.

Dalam kesempatan itu, Kajari Tator, Jefri P. Makapedua mengatakan, salah satu kasus yang saat ini ditangani yakni kasus dugaan korupsi dana hibah di Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Torut yang telah ditingkatkan statusnya ke penyidikan.

“Kasus dugaan korupsi PDAM Toraja Utara telah kita tingkatkan ke penyidikan. Nanti kita sampaikan semuanya termasuk jumlah uang saat penetapan tersangka, karena saat ini inspektorat sementara melakukan audit kerugian negara,” beber Jefri.

Lebih lanjut dijelaskan Jefri bahwa kasus dugaan PDAM Torut merupakan dana bantuan untuk program air minum perkotaan yakni dana hibah dari pusat tahun anggaran 2017, 2019 dan 2020. Namun saat ini pihanya belum bisa mengungkap kerugian negara karena masih dalam penyidikan.

Disamping itu beberapa kasus korupsi seperti kasus dugaan korupsi di lembang Sampeparikan masih dalam proses persidangan, dengan dugaan kerugiaan negara sebanyak Rp811 juta.

Kasus lembang Rano Tengah di PN Tipikor, tuntutan penjara 6 tahun, dengan putusan 5 tahun penjara dan sudah ditahan di lapas Makassar. Kasus lembang Bau sudah inkra dan telah mengembalikan kerugian negara sebanyak Rp305.150.000, dituntut selama 1 tahun 9 bulan. Dan beberapa kasus serta sejumlah capaian kerja sama dengan BRI, Pegadaian serta BPJS terkait tunggakan nasabah.

Disebutkan pula bahwa Kejari Tator dalam menangani kasus judi sabung ayam, jaksa memberikan tuntutan 1 tahun untuk memberikan efek jerah kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan judi sabung ayam.

Diketahui Kejari Tator masih membawahi dua kabupaten sekaligus yakni kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. (*)