oleh

Senior HMI Ini Harap Kepengurusan Cabang Makassar Berikutnya Tak Seperti Jabatan Kepala Daerah

Any Ramadhani and Yadi-Kampus, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Sebanyak 15 kader terbaik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari berbagai kampus di Makassar, resmi mendataftar sebagai calon ketua umum HMI Cabang Makassar, Periode 2021-2022.

Konferensi Cabang (Konfercab) XLI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, akan digelar pada pertengahan bulan Agustus ini.

Salah satu senior HMI, Attock Suharto menyampaikan pesan kepada para kandidat yang akan bertarung, agar bersaing secara sehat, tanpa menggunakan cara intrik untuk meraih kekuasaan.

Menurutnya, lembaga HMI adalah organisasi pengkaderan. Bukan lembaga politik seperti partai politik, sehingga cara baik pula digunakan kandidat untuk merai kekuasaan.

“Kita berharap agar perebutan kursi kemimpinan pada organisasi pengkaderah HMI tidak seperti partai politik,” ujarnya, Senin (2/8/2021).

Kandidat Doktor UIN Alauddin Makassar itu selaku kader HMI menilai bahwa soal dinamika Konfercab adalah hal biasa dalam forum. Tapi, tidak serta merta segala cara digunakan untuk merai kekuasaan. Hal ini akan menimbulkan gejolak.

“Soal dinamika Konfercab, kita percayakan mereka lebih memikirkan HMI dari yang lain. Jangan segala cara digunakan untuk merai kemenangan karena akan menimbulkan gejolak,” jelasnya.

Menurutnya, pergolakan yang akan timbul dari hasil yang tidak jujur berdampak pada dualisme di kepengurusan HMI Cabang Makassar. Maka dengan demikian ia berharap hal ini dihindari sebisa mungkin.

“Ini Konfercab menyatukan semua pihak, jangan ada tandingan atau dualisme. Kita percaya HMI yang kuat adalah besar kepengurusan, tidak terpecah belah,” tuturnya.

Terakhir, mantan akademisi UIN Palu itu berharap agar kepengurusan di HMI Cabang Makassar tak seperti jabatan politik kepala Daerah yang berlangsung selama 5 tahun.

Hal ini berkaca kepengurusan sebelumnya, dipimpin Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Yusuf K Mariadjeng melewati batas waktu.

Bahkan telah melanggar konstitusi dengan menjabat selama 5 (Lima) tahun. Sementara masa jabatan Ketua Umum HMI ditingkatan cabang hanya 1 (Satu) tahun.

“Saya berharap juga masa kepengurusan di HMI Cabang Makassar, tahun mendatang jangan lewat batas waktu kepengurusan. Hal ini penting karena regerasi kepengurusan terlalu lama vakum. Sepanjang sejarah ini terlama kepengurusan. Maka secara konstitusi secepatnya dilakukan konfercab,” pungkasnya. (*)