oleh

Pemkot Makassar Genjot Vaksinasi Warganya

Any Ramadhani-Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Capaian vaksinasi Covid-19 terus dioptimalkan Pemkot Makassar pada warganya. Di Sulawesi Selatan, realisasi vaksinasi Covid-19 Makassar menempati urutan pertama dengan persentase 41,11 persen dari target vaksinasi sekitar 1,1 juta warga Makassar.

Juru Bicara Program Penanganan Covid-19 Makassar Recover, Henny Handayani, mengatakan hingga hari ini, berdasarkan laporan yang masuk ke Kemenkes RI, jumlah warga Makassar yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 sebanyak 453.220 orang.

Jumlah ini melampaui kabupaten/kota yang ada di Sulsel, seperti Kabupaten Bone (87.868 orang), Kabupaten Gowa (66.120 orang), Kabupaten Wajo (60.942 orang), dan Kabupaten Pinrang (54.845 orang).

“Realisasi vaksinasi di Makassar terus digenjot, dengan berkolaborasi bersama pihak atau institusi penyelenggara vaksinasi massal di sejumlah lokasi di Makassar,” ungkap Henny dalam keterangannya, Senin (9/8).

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menyebutkan pihaknya akan berusaha mengejar target vaksinasi pada warganya yang menjadi sasaran vaksinasi, sebanyak 1.102.330 orang, dengan menggelar vaksinasi massal serentak di 6 kelurahan perharinya, dengan jumlah tenaga vaksinator sekitar 1.000 dari sejumlah Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Makassar.

“Kita harus kerja keras untuk mengejar target, demi terciptanya ‘herd immunity’ dengan jumlah warga yang sudah divaksin sebanyak 70 persen dari total populasi, tapi prosesnya juga tergantung stok vaksin yang dialokasikan dari Pemprov Sulsel,” ungkap Danny.

Diketahui, dari data Kemenkes RI, di situs vaksin.kemkes.go.id, jumlah sasaran vaksinasi di Sulsel sebanyak 7.058.141 orang, yang terdiri dari kategori tenaga kesehatan, lanjut usia, petugas publik, masyarakat rentan, masyarakat umum, dan kelompok umur 12-17 tahun.

Di Sulsel sendiri jumlah total yang divaksin perhari ini sebanyak 1.467.979 orang yang telah menerima vaksin dosis pertama dan sebanyak 751.683 orang yang telah menerima vaksin dosis kedua. (*)