oleh

Piutang Empat Perusda ke Pemkot Makassar Capai Rp45,1 Miliar, Berikut Rinciannya

Any Ramadhani-Metro, Pemerintahan-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Empat Perusda memiliki piutang deviden ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, totalnya Rp45,1 miliar.

Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Rinciannya, PD Parkir Makassar Raya Rp650,9 juta, PD Pasar Makassar Raya Rp300 juta, Perumda Air Minum Kota Makassar Rp44,1 miliar dan PD RPH Rp30 juta.

Khusus Perumda Air Minum Kota Makassar, total piutang deviden terhitung sejak 2016 silam. Di mana, tahun 2016 berdasarkan LHP BPK Piutang Deviden sebesar Rp20,1 miliar.

Tahun 2018, piutang deviden Perumda Air Minum ke Pemkot Malassar sebesar Rp12,3 miliar. Saat itu, deviden harus disetor sebesar Rp22,2 miliar namun yang mampu terbayarkan hanya Rp9,9 miliar.

Kemudian tahun 2019, deviden harus disetor Rp20,9 miliar. Namun, Perumda Air Minum hanya mampu membayar sebesar Rp9,3 miliar sehingga piutang deviden ke Pemkot Rp11,6 miliar.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Helmy Budiman mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan teguran pertama pada Selasa 3 Agustus. “Dari teguran pertama ini mereka harus menyelesaikan 1-2 minggu kedepan,” ujarnya kemarin.

Teguran yang diberikan sesuai hasil audit BPK. Piutan itu dikeluarkan karena apa yang disetor perusda/perumda tidak sesuai hasil audit BPK yang semestinya disetorkan dari pendapatan mereka.

Dari lima perusda hanya Rumah Potong Hewan (RPH) yang tidak ditagi. Itu karena, kata Helmi perusdanya sudah bubar.

Untuk kedepannya, Helmi menyampaikan, tinggal menunggu keputusan wali kota. Intinya, penyetoran harus dilakukan untuk memasukan ke kas daerah. “Itu juga sudah jadi penegasan wali kota,” katanya. (*)