oleh

ITB Kalla Gelar PKM Terpadu di Maros

Any Ramadhani and Hikmah-Maros-

MAROS, BACAPESAN.COM- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terpadu Institut Teknologi dan Bisnis Kalla melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

Tim PKM tersebut terdiri atas Dosen dari program studi kewirausahaan, bisnis digital, manajemen retail dan system informasi dengan diikuti kurang lebih 25 peserta dari unsur pengurus Bumdes, koperasi dan Karang Taruna.

Mengusung tema ‘Membangun Desa Tangguh berbasis Kewirausahaan dan Melek Digital’, pelatihan yang diberikan berupa pendampingan manajemen keuangan, pembuatan blog berbasis google site, pelatihan copywriting dan foto produk serta pengenalan pemasaran melalui media sosial dan market place.

Kepala Desa Sudirman, Lenny Marlina, menyampaikan apresiasi terhadap ITB Kalla yang telah bersedia menjadikan Desa Sudirman sebagai Mitra PKM Terpadu tahun ini.

“Atas nama Pemerintah Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili sangat menyambut baik program seperti ini. Pandemi Covid 19 membuat roda ekonomi desa melambat sehingga pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital menjadi energi luar biasa agar masyarakat kami bisa lebih termotivasi lagi mengembangkan diri dan berpartisipasi untuk pembangunan desanya” ungkap Lenny, Selasa (24/8).

Selain melibatkan Dosen ITB Kalla sebagai pemateri PKM, hadir pula Rudy Suryanto, founder Bumdes.id sekaligus Dosen di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam materinya, Rudy berbagi tentang pengalaman pendampingan Desa-Desa Brilian, Tanggap dan Tangguh di Jawa dan Sumatera dengan kehadiran BUMDES sebagai penggeraknya.

“Sejak diatur dalam undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, keberadaan BUMDes sebagai badan usaha yang berwatak bisnis social diharapkan menjadi penggerak utama dalam menjembatani upaya penguatan ekonomi dan kegiatan yang menunjang partisipasi masyarakat di pedesaan,” ujar Rudy

“Model kerjasama tripartit Bumdes, Industri, serta Kampus diharapkan dapat mengatasi dua masalah tersebut. Kampus mampu membantu pengkajian potensi dan merumuskan disain inovasi, sedang Industri mampu membantu secara teknologi dan akses pasar,” sambungnya.

Sejalan dengan itu Ketua LPPM ITB Kalla, Andi Tenri Pada yang turut mendampingi kegiatan berharap pengabdian masyarakat kali ini dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi peserta.

“Semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas SDM di desa agar mampu mewujudkan cita-cita sebuah desa tangguh berbasis kewirausahaan dan melek digital di Kabupaten Maros,”harapnya. (*)