oleh

Covid-19 Sulsel Turun Drastis

Any Ramadhani-Headline, Metro-

MAKASSAR, BACAPESAN.COM – Penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan hasil yang positif. Penambahan kasus terkonfirmasi positif baru di provinsi ini mengalami penurunan drastis pekan ini.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sulsel, kasus baru di Sulsel pada 19 Agustus lalu mencapai 892 orang. Angka tersebut turun menjadi 685 pada 20 Agustus. Sementara pada tanggal 21 Agustus, kasus positif kembali turun menjadi 551 orang. Adapun pada 22 Agustus, kasus baru yang muncul mencapai 411. Penurunan drastis terjadi pada 23 Agustus yang hanya mencapai 179 kasus.

Satgas Covid-19 Sulsel juga mencatat angka kesembuhan per tanggal 23 Agustus 2021 mencapai 89,34 persen. Total kematian pasien yang terpapar Covid-19 Sulsel sebanyak 1.888 orang atau 1,86 persen dari seluruh kasus Covid-19 di provinsi ini.

“Penurunan kasus positif Covid-19 menunjukkan hal positif, karena menurun hingga lebih 100 persen, dari 411 kasus kemarin (22/08) menjadi 179 kasus,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulsel Husny Thamrin, Selasa (24/8/2021).

Husny mengatakan penambahan atau berkurangnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 juga dipengaruhi oleh seberapa banyak testing dilakukan dan spesimen yang diperiksa pada setiap harinya.

“Tetapi, kita berharap kasus terus melandai hingga 0 kasus. Sedangkan vaksinasi semakin bertambah, supaya kita bisa segera terlepas dari pandemi COVID-19,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari mengaku adanya penurunan jumlah kasus sejak penerapan PPKM level 4 yang diterapkan selama 2 minggu di Sulsel. Seperti jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit menurun serta angka kematian yang juga cenderung menurun.

“Kalau lihat indikasinya, pertama mengenai jumlah kasus cenderung menurun. Kedua, jumlah pasien juga di rumah sakit menurun. Kematian juga ada kecenderungan menurun sehingga saya kira tentu ada perbaikanlah yang kita lakukan selama ini di Sulawesi Selatan yang menjadi kepatuhan masyarakat di Sulawesi Selatan,” ungkapnya, Selasa (24/8/21).

dr Ichsan menyebut keberhasilan dari penanganan Covid-19 tergantung dari partisipasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Jadi memang keberhasilan kita dalam penanganan covid ini sangat tergantung Sebagian besar diharapkan partisipasi masyarakat karena ada dua hal. Kalau mengenai pembatasan gerak diharapkan untuk membatasi pergerakan. Protokol kesehatan juga harus dijaga, Jangan kita hanya kita melihat level-level. Itu cuma bagaimana pembatasannya, tapi kita berharap semua masyarakat bisa membatasi pergerakan dan protokol kesehatan,” ucapnya.

Ichsan juga mendorong untuk dilakukan tracing dan testing dalam rangka menekan penyebaran virus ini.

“Kita dorong. Kami dari provinsi ini mendistribusikan alat untuk melakukan testing. Antigen, swab, distrubisi pemerintah kota itu diharapkan tracing dan testing itu bisa meningkat,” tuturnya.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta pemerintah kabupaten/kota di daerahnya agar selalu memperhatikan angka keterisian tempat tidur atau BoR di rumah sakit untuk perawatan pasien Covid-19.

“Karena kasihan TNI dan Polri bukan lagi pada tupoksinya tetapi ikut membantu kita dalam pelayanan publik,” katanya.

Andi Sudirman menyampaikan, Pemprov Sulsel terus berupaya memutus penularan Covid-19. Salah satunya ialah mempersiapkan isolasi terintegrasi, mulai dari Asrama Haji, FIT Sulsel BPSDM, isolasi BBPK Makassar dan Isolasi Apung.

“Jika ada yang terkonfirmasi, tolong didorong untuk diisolasi pada beberapa tempat yang telah kita persiapkan, dibawa dan di-tracing. Karena banyak kejadian pasien COVID-19 dengan saturasi di bawah 40 baru dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Diharapkan, masyarakat tetap mendukung upaya pemerintah, mulai dari deteksi dini sebelum pengaruh COVID-19 semakin parah serta siap mengikuti isolasi pada sejumlah tempat yang telah disediakan. (*)